Selasa, 15 November 2016

I WILL DO MY BEST

Hajime Taki - tokoh utama (Pria)
Makoto Nio - teman sekelas Taki (wanita)
Sato Maya - manager tim basket Taki (wanita)
Suzu haruna - Ketua osis

Hajime Sakura - yatim piatu kelas 2 smp (wanita)
Hajime haruka - yatim piatu kelas 2 smp (wanita)
Hajime mana - yatim piatu kelas 6 sd (wanita)
Hajime nana - yatim piatu kelas 6 sd adik kembar nana (wanita)
Hajime hijiri - yatim piatu kelas 4 sd  (Pria)
Hajime saki - yatim piatu kelaa 1 sd  (wanita)
Hajime hotaru - yatim piatu tk  (wanita)
Hajime yosuke - yatim piatu tk  (pria)
Hajime tatsuya - yatim piatu balita  (pria)
Hajime yuki - yatim piatu balita  (wanita)

Botan Fujiwara - kapten tim basket kelas 3
Yowake shiro - teman sekelas taki
Matuda riku - mengaku rival basket taki kelas 1
Mori tatsumi - adik kandung Taki kelas 1
Sawatani yozora -  guru ruang kesehatan 
Kodakawa yuriko - tante Taki yang lumpuh serumah dengan Taki

Madam saiko - ketua klub midnight flower
Rainheart sebastian - Pemilik cafe secret garden
Matsuda motoharu - pemilik toko ramen matsuda dan ayah riku
Honda matsunaga - Pemimpin loper koran pagi













I will do my best
Story Draf
Cerita tentang Taki seorang pelajar sma kelas 2 yang hidupnya benar2 berubah semenjak tahun lalu. Dia mengadopsi 10 anak yang tersisa dari panti asuhan yang akan di tutup, meskipun dia sadar bahwa dia cukup untuk menghidupi dirinya sendiri tetapi dia tetep bersikeras untuk mengadopsi anak2 tersebut dia tidak ingin mereka tumbuh besar di jalanan yang keras tanpa orang tua seperti dirinya. Taki ingin mereka hidup seperti anak normal lainnya maka dari itu Taki menyekolahkan 5 orang dari mereka yang cukup umur dan 5 yang lainnya yang masih balita dia meminta guru ruang kesehatan untuk menjaga mereka selama Taki bersekolah. Taki sadar bahwa tabungannya semakin lama semakin menipis, Taki mengorbankan kehidupan sma nya dengan berhenti dari klub basket yang menjadi jaminannya untuk masuk universitas ternama meskipun dia adalah yang terbaik di klub tersebut. Taki berhenti dari klub tanpa menyebutkan alasannya, yang tentu saja membuat senior dan teman klubnya menjadi marah karena seorang ace berhenti begitu saja seperti menghina usaha mereka yang terus berjuang. Meskipun hati Taki merasa sangat sedih karena harus bermushan dengan orang2 yang berjuang bersama selama 1 tahun penuh, tetapi Taki selalu berpikir tidak ada jalan lain selain ini. Taki merubah seluruh jadwalnya demi bekerja pagi dia mengantarkan koran, setelah pulang sekolah dia bekerja di cafe setelah pulang dan makan malam bersama anak2 dia bekerja sebagai host di klub malam hingga tengah malam. Dia tidak pernah menunjukan wajah lelahnya kepada anak2 dan kepada teman2 nya di sekolah tetapi perlahan mereka menyadari bahwa Taki terlihat lebih lesu dan tidak seceria sebelumnya, banyak yang beranggapan bahwa Taki melakukan sesuatu yang buruk hingga membuat gosip dan fitnah tentang Taki sebagai anak berandalan. Suatu saat Nio gadis yang selalu mempercayi Taki terus bertamya kepada Taki apa yang sebenarnya terjadi, Taki yang kelelahan dan tidak fokus menghentak dan memarahi Nio dengan wajah marah yang tidak pernah dia tunjukan sebelumnya. Perlahan Taki mulai sadar dan melihat Nio mengaluarkan air mata, Nio pun berlari keluar kelas sambil menangis dan semua yang ada di kelas tidak berani melihat Taki. Taki sadar akan perbuatannya tetapi tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi sehingga Taki tidak tau bagaimana harus meminta maaf. Keesokannya Tidak ada yang berani menyapa Taki bahkan Nio yang selalu ceria menyapa Taki tidak berani melihat wajah Taki. Saat istirahat datang seorang gadis bernama Maya mantan manajer basket Taki saat dia berbicara dengan Taki, Taki terkejut karean Maya mengetahui permasalah yang sedang Taki alami. Maya pun meminta Taki dengan arogan untuk menjadi pacarnya dan akan memberikan uang untuk menghilanglangkan beban Taki. Perkataan Maya membuat Taki kesal seakan dirinya dapat di beli dengan uang, karena kurang fakus dan kelelahan Taki tidak bisa mengontrol emosinya tanpa sadar dia menampar Maya dengan wajah marah. Saat Taki sadar dia melihat wajah Maya yang yang merah akibat tamparan Taki, Taki tidak bisa berkata apa2 dan langsung kembali ke kelasnya. Terdengar samar2 tetapi dia mendengar teman2 sekelasnya membicarakan dirinya bahwa dia adalah seorang berandalan. Taki berpikir apa dia jarus menghakiri hubungan dengan anak2 dan kembali ke kehidupan normalnya atau berhenti dari sekolah agar dia tidak melampiaskan amarahnya kepada teman2nya.





























Konflik Capter

Chapter 1 every day
Menjelaskan bagaimana kehidupan sehari hari Taki.

Chapter 2 fate
Taki sebagai sukarelawan membantu anak2 yatim, tiba2 yatim piatu harus di tutup karena kepala panti asuhan membawa semua uang dan meninggalkan hutang kepada panti asuhan. Semua anak sudah banyak yang di adopsi tapi hanya 10 anak bermasalah yang tidak ada yang ingin mengadopsi. Taki merasa tidak bisa meninggalkan mereka meskipun taki sadah bahwa dia sendiri hanya dapat menghidupi dirinya dan tantenya. Taki mendisuksikan bersama tantenya. Tantenya berkata apapun pilihan taki tantenya akan mendukungnya. Lalu taki meminta untuk semua anak tersebut di adopsi oleh taki dan apapun resikonya taki yang bertanggung jawab. Taki menghabiskan setengah tabungannya untuk mebeli rumah yang lebih besar agar semua orang dapat tinggal di tempat tersebut. Dan setengahnya lagi dia habiskan untuk menyekolahkan mereka. Di saat itu kehidupan taki bersama anak2 di mulai.

Chapter 3 shool life 
Kehidupn taki sebagai anak sekolah seorang ace  tim basket. Kisah pertemanan pertemuan anatar taki bersama teman2nya. Kehidannya cinta segi empat di mana taki yang menyukai 3 wanita tetapi tidak berni mengatakannya karena tidak ingin melukai perasaannya sendiri.

Chapter 4 our life part 1
Cerita kehidupan sakura dan haruka

Chater 5 our lifeart 2
Cerita kehidupan si kembar mana dan nana

Chapter 6 our life part 3
Cerita kehidupn hajiri dan saki

Chapter 7 our life part 4
Cerita kehidupn hotaru, yosuke , tatusya dan yuki.

Chapter 8 hiden fealing part 1
Cerita perasaan makoto nio terhadap taki

Chapter 9 hidden fealing part 2
Cerita perasaan sato maya terhadap taki

Chapter 10 hidden fealing part 3
Cerita perasaan suzu haruna terhadap taki

Chapter 11 the break down
Cerita di mana taki mulai kesulitan dalam mengatur keuangan dan kehidupan sekolahnya

Chapter 12 fall from save zone
Cerita di mana taki mulai kehilangan akalnya dan keretakan hubungan antara dia sekolah, teman, cintanya, dan keluarganya.

Chapter 13 reason
Cerita di mana orang sekitar taki mengetahu sebab taki berubah

Chapter 14 help to stand up
Cerita di mana orang di sekitar taki untuk membantu taki

Chapter 15 rise and shine
Cerita di mana taki menemukan jawaban untuk masalahnya

Chapter 16 end we still family even not bound with blood
Cerita di mana taki harus berpisah dengan semua anak untuk di adopsi orang lain.

Chapter bonus 1 
Pesta kejutan ulang tahun taki dan selamat atas masuk universitas terbaik di lakukan oleh semua teman2nya, orang yang pernah memperkerjakannya dan seluruh anak yang pernah di asuhnya.

Chapter bonus 2 here we go again
Ceita di mana membantu panti asuhan lain dan panti asuhan tersebut ingin di tutup karena hutang dan semua uang yang di bawa kabur oleh kepala panti asuhan. Dan sekarang seluruh anak2 tidak memeiliki tempat tinggal kali ini taki lebih yakin untuk mengasuh mereka karena taki telah memiliki pekerjaan dengan pendapatan melimpah. Dan taki mengadopsi seluruh anak panti asuhan tersebut

Chapter bonus 3 our new life
Cerita di mana anak2 setelah di adopsi orang lain

Chapter bonus 4 
Cerita kelam taki selama masa kecilnya

Chapter bonus 5 
Cerita pertemuan tante yuriko dan taki






































Chapter 1
Every day

Taki... Hajime Taki itu adalah namaku tahun ini aku berusia 16 tahun dan naik kelas 2 di SMA Shiromori setiap pagi aku bangun jam 4 pagi menyiapkan sarapan untuk 12 orang termasuk diriku dan aku selalu makan bagianku sebelum semua orang bangun. Seperti biasanya sebelum pergi bekerja aku selalu mengitip wajah semua orang yang sedang tidur. Pertama selalu yang paling tua bibiku Kodakawa Yuriko selalu saja kamarnya berantakan  meskipun aku tau bahwa kakinya lumpuh jadi dia menghabiskan harinya di rumah dia mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi beban maka dari itu dia mengabiskan waktunya untuk menulis novel cerita cinta. 
"ah... jika bibi menulis hingga menggunakan belakang kertas, pasti bibi kehabisan kertas... nanti akan ku belikan sehabis pulang sekolah".
Setelah itu Sakura dan Haruka, huwah... seperti biasanya setiap kali aku melakukan ini aku merasa seperti orang tua mesum yang sedang mengintip gadis yang sedang tumbuh... TAPI ! Ini demi memantau pertumbuhan mereka dari gadis menjadi wanita dewasa yang bermoral tapi... tetap aku yang melakukan ini malah yang tidak bermoral, seperti biasa Sakura masih menyukai memeluk beruang kesayanganya imut sekali wajahnya yang memerah dan senyumnya yang kecil dekat dengan boneka beruang tersebut pasti dia sedang bermimpi indah. Sedangkan Haruka jika di ingat-ingat dia selalu seperti gadis perfectsionis dan selalu ingin tampak angun di depan kami semua, tetapi jika ada yang melihatnya tidur mengunakan baju tidur kelinci, memeluk guling wortel dan wajah merah dengan sedikit iler di senyumannya yang lebar kyah... siapa yang tahan melihat ke imutannya, Dari pada terlihat seperti kakak dia malah terlihat seperti adik paling kecil.
“Hemm...” Mata Taki tertuju ke meja Sakura. 
apa yang ada di atas meja sakura ? Jika ku perhatikan  baik-baik itu adalah amplop de...ngan...sti...ker.....ha.....ti...... STIKER HATI !!! SIAPA... SIAPA PRIA KURANG AJAR YANG BERANI MENDAPATKAN HATI SAKURA.
"Emh......." Sakura merasa tidurnya terganggu.
Oh... tidak... aura kebencianku mengganggu tidur indahnya.
Taki lalu keluar dan menutup pintu setelah itu dia berdiri tegak dan memegang dadanya dengan tangan kanannya lalu menghadapkan wajahnya ke atas perlahan dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.
Taki... ini mungkin sudah saatnya Sakura tumbuh dewasa, aku tidak bisa selamanya berpikir bahwa Sakura adalah anak-anak untuk selamanya... TAPI ! JIKA ORANG YANG SAKURA SUKAI MENYAKITI PERASAANNYA... AKU BERSUMPAH AKAN KU KUBUR HIDUP-HIDUP BAJINGAN ITU!!!!!.
Sekarang kamar Nana dan Mana wahh.....
Taki tersenyum lebar dengan hidung yang mengembang.
Manisnya!!! aku tau mereka kembar tapi tidur saling berpelukan seperti itu kyahh... ITU BISA MEMBUATKU GILA!. Manis gila ! Mana yang memeluk Nana dengan mendekatkan wajah Nana ke wajahnya dan tangan kirinya yang mengelus kepala Nana dan sedangkan Nana memeluk tubuh Mana dengan erat. OH MY GOD!
Taki menutup pintu lalu dia menyenderkan pungungnya ke pintu perlahan taki terduduk dengan kedua tangan mengutup wajahnya.
Tidak...........!!! Tidak.........!!!  Tidak...........!!! Oh... jika aku terus melihat mereka maka aku bisa mati terkena diabetes karena keimutan mereka berdua...
Taki terhenti sebentar dan mebayangkan Nana dan Mana.
Oh ya aku dengar bahwa semua orang tidak bisa membedakan Nana dan Mana bahkan di rumah ini pun tidak ada yang membedakannya terkecuali diriku. Kalau di pikir-pikir mereka selalu memakai pakaian yang sama, gaya rambut yang sama aksesoris yang sama, kepribadian merekapun sama dan sering sekali mereka menyebutkan sesuatu yang sama di saat yang sama pula dan bahakan mereka tidak memiliki sesuatu keunikan dari satu sama lain. Tapi kenapa hanya aku yang tau membedakan mereka apa aku yang aneh, TIDAK! Ini pasti ikatan yang sangat dalam anatara aku dan mereka... nah mungkin hanya terlalu sering bersama mereka jadi aku dapat membedakannya.
Sekarang kamar Hajiri dan Saki huwah! seperti biasa gaya tidur Hajiri sombong sekali. aku berani bertaruh di dunia ini tidak ada anak yang laki-laki yang tidur sesombong dia, makusudku... bagaimana ada orang yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada lalu kaki kanannya di silangkan ke atas kaki kirinya di tambah senyum lebarnya seakan meremehkan orang lain.
Senyuman hajiri semakin melebar. 
Tapi... mungkin hajiri lah yang paling mirip seperti aku saat aku kecil, selalu berusaha, menertawakan kegagalan, selalu ingin membantu orang lain, tidak pernah ingin ada orang yang tau akan keadaan kami dan tidak ingin di kasihani. Hajiri... karena kamu sudah bersamaku di sini kamu tidak perlu berusaha sendiri lagi, aku akan membantumu hingga kamu mencapai tujuanmu. Sekarang bagaimana dengan Saki...
Saki perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Taki
"Kak Taki apa sudah pagi ?"
Oh sial! Saki bangun pasti karena cahaya yang masuk.
Taki bergegas masuk ke kamar lalu berlutut sambil mengelus kepala saki.
"Tidak... pagi masih lama... tidurlah lagi"
"Em..."Saki mengangukan kepalanya.
Taki terus mengelus kepala saki hingga saki kembali tidur dan perlahan Taki keluar dari kamar.
"Hampir saja..."
Sekarang kamar Hotaru, Yosuke, Tatsuya dan Yuki. Seperti apa wajah mereka... oh sial !
Tatsuya dan yuki sudah terbangun dan sedang bermain dengan maianan mereka.
"Kii...."Tatsuya melihat ke arah Taki lalu yuki pun melihat ke arah Taki.
"Kiiiiiiiiii..."Tatsuya dengan dengan cepat merangkak ke arah Taki dan memeluk kaki taki. Melihat tersebut wajah Yuki memerah, Yuki mengembungkan pipinya tidak lama kemudian dia mulai menangis.
Taki dengan cepat melakukan posisi jongkok karena Tatsuya masih memeluk kakinya lalu taki menadahkan kedua tanganya.
"Yuki... ayo sini... ayo datang ke kakak..."Yuki yang masih menangis perlahan merangkak ke arah taki, dengan sekuat tenaga yuki mencoba berdiri untuk memeluk Taki.
Tangan Taki siap untuk menangkap Yuki, meliaht itu Tatsuya merasa cemburu dan menggigit kaki Taki tepat di saat Yuki melompat ke arah Taki, Taki terduduk karena kesakitan dan lepas menangkap Yuki yang melompat. Yuki pun terjatuh dengan wajahnya, Taki hanya terdiam melihat yuki yang tidak bergerak.
"Y...yu...yuki...?"Tiba2 yuki mengangkat wajahnya yang merah penuh air mata dan hingus.
Ini pasti gawat.
"Yuki?"Seketika yuki mengigit tangan taki sambil menangis.
TIDAK ! .... aku tidak boleh teriak atau aku akan membangunkan satu rumah...
Tatsuya pun ikut menggigit karena senang.
TIDAK!!!!
Beberapa menit kemudian Taki berhasil menenangkan mereka berdua dengan menaruh mereka di depan tv dengan acara anime anak2 pagi.
" oke... sekarang sudah tenang waktunya kerja pagi" Taki melambaikan tanganya ke arah Tatsuya dan Yuki. Merekapun mebalas lambaian Taki.
Taki mengambil sepeda dan mulai mengahyuh sepedanya.
Mungkin kalian bertanya apa yang aku kerjakan sepagi ini dengan sepeda. Dan banyak dari kalian dapat menebaknya pasti jasa pengiriman... ya begitulah tapi hanya beberapa dari kalian yang tau lebih spesifik.
Taki samapai di depan toko dengan seseorang yang berdiri di depan. Pira tersebut langusng melihat ke arah Taki dengan senyuman.
" Oh Taki... tidak biasanya kau datang lebih lambat"
"Ahaha... ada sedikit masalah di rumah"
Pira ini bernama Honda Matsunaga biasa di panggil Pak Honda dia adalah pimpinana dari jasa pengiriman koran pagi, ya begitulah setiap pagi aku berkerja dengan beliau untuk mengantarkan koran pagi.
"Maaf taki bisakah kau mengatarkan ke beberapa pelanggan baru?"Dengan wajah merasa tak enak dan menggaruk belakang kepalanya.
"Apa tidak ada orang lain yang dapat melakukannya?"
"Aku sudah meminta yang lain tetapi mereka menolaknya, jadi hanya kau harapan terakhirku" Pak Honda langsung menundukan kepalanya
"A.aa.aa... anda tidak perlu menundukan kepala anda Pak Honda" Taki agak panik sambil menadahkan kedua tanganya.
"Oh benarkah...? terimakasih banyak Taki... aku akan menaikan gajimu"  Pak Honda sambil tertawa
"Terimakasih" Taki menundukan kepalanya.
Setelah pulang bekerja bisanya aku melakukan sedikit maraton pendek dengan sepedaku dengan mengambil jalan memutar aku memilih untuk melewati jalan tanjakan yang terbilang sangat jauh.
          “Hari ini aku akan memecahkan rokorku sendiri !” sambil mengatur stopwatch yang ada di tangan kirinya.
          “ Ready…. GO! ” dengan sekuat tenaga Taki mengayuh sepedanya menaiki jalan tanjakan. Wajah Taki memerah dan mulai menetskan keringat yang sangat banyak.
          “TA…KI…!!!” terdengar suara seseorang wanita memanggil nama Taki, Taki lalu melihat ke arah kanannya karena tidak fokus Taki mulai kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.
          “ Hua!!! ” Taki memegang belakang kepalanya yang terbentur tiang listrik dengan kedua tanganya.
          “Taki! Apa kamu baik-baik saja” perlahan Taki membuka matanya dan melihat Suzu Haruna yang membantu Taki berdiri.
          “ Maaf Taki karenaku… kamu jadi terjatuh seperti itu “ dengan memasang wajah menyesl dengan mata berkaca-kaca Haruna mengelus belakang kelapa Taki.
Sekarang kalian pikir ini adalah adegan romance di mana tokoh utama bertemu dengan cinta sejatinya… yang ingin ku katakan adalah SADARLAH ! INI KEHIDUPAN NYATA ! ehem… baiklah akan ku perkenalkan
          “ Apa masih sakit Taki…? “ Taki lalu memegang tangan Haruna
          “ Ah… sudah baiakan “
          “ Syukurlah… ” Haruna sedikit memiringkan kepalanya ke arah kanan dan memasang senyum kecil di wajahnya.
Gadis manis ini bernama Suzu Haruna biasa di pangil Haruna dia adalah ketua Osis di SMA Shiromori dan satu angkatan dengan ku. Karena wajahnya yang cantik dan kecerdasaanya wajar saja dia di pilih menjadi keua Osis saat pertama kali masuk SMA , kamu tidak akan pernah meihat gadis sebaik dirinya di mana pun dia bahkan rela mambantu kerjaan orang lain meskiup dia tidak masih memiliki kerjaanya sendiri. Aku bisa katakan aku sangat kagum dengannya dan… sedikit… bukan-bukan agak… bukan juga… aku sangat menyukainya dan terkadang aku berpikir untuk menjadi pacarnya. Tapi… jika ada seseorang yang berani menyatakan perasaannya kepada Haruna… maka orang tersebut akan di habisi oleh H.G.F.C ( Haruna Goddness Fan Club ) sebelum sempat bertemu dan menyatakan perasaannya kepada Haruna, hebatnya Haruna tidak tau dia memiliki fan club karena mereka menyamar sebagai asosiasi pembantu Osis. Oh ya… kalau tidak salah beberapa bulan yang lalu ada salah satu angota H.G.F.C yang nekat menyatakan perasaannya kepada Haruna dan… jawaban Haruna sangat mengejutkan seluruh H.G.F.C dia bilang bahwa di sudah memiliki orang yang dia sukai tetapi masih tidak berani menyatakan perasaannya. Jawabannya membuat seluruh H.G.F.C berada di mode siap perang siapapun yang mendekati Haruna setelahnya akan di culik dan di Intrograsi oleh H.G.F.C oh… jika kalian bertanya apa yang terjadi dengan angota mereka yang nekat menembak Haruna… aku bersumpah kalian tidak akan mau mengetahuinya.
Sial ! aku terlalu banyak monolog hingga melupakan Haruna di depanku.
          “ Oh ya… Haruna apa yang kamu lakukan di sini ? “
          “ Emm… sebenarnya… em… aku malu mengatakannya “ wajah Haruna mulai memerah dan kedua tanganya saling menggenggam di depan dadanya terlihat dia mulai gelisah.
Sial ! itu manis sekali !
          “ Katakan saja aku tidak akan menertawakannya “ Taki memasang senyum yang di paksa dan menggaruk belakang kepalanya dengan tangan kanannya.
          “ Kamu janji… “ mata Haruna memandang Taki dengan pandangan berkaca-kaca.
          Oh Haruna… katakan saja secepatnya jangan memandangku seperti itu atau aku akan mulai kehilangan akal sehatku… Tuhan maafkan aku, aku mungkin akan mulai memeluk dan mencium wajahnya… GOD PLEASE HELP ME !
          “ Aku mencoba joging… “ Haruna menundukan wajahnya yang memerah.
          “ Hah ? “ wajah Taki kaku tercengang.
Tunggu-tunggu Joging memalukan… ? apa yang memalukan dari Joging ?
          “ Ha… Ha… Haruna sepertinya tidak ada yang memalukan dari Joging...“
          “ Tapi itu memalukan untukku, karena aku tidak pernah berolahraga sebelumnya selain di luar sekolah “
Tapi kalau di ingat-ingat Haruna selalu pingsan saat jam olah raga di sekolah.
          “Haruna… “
          “ Y… Ya… “ Haruna melihat ke arah Taki.
          “ Jangan-jangan kamu pingsan saat Joging ? “
          “ Tentu saja tidak ! “ Haruna melihat ke arah Taki dengan pipi yang di gembungkan.
          “ Aaaaaaaa..a.a… anu aku minta maaf karena membentakmu Taki “ Haruna menundukan wajahnya lagi.
          “ Jadi apa yang membuatmu malu tentang Jogig ? “
          “ Sebenarnya… ini pertama kalinya aku joging selain di luar sekolah… “
          “ lalu… “
          “ Saat aku berlari sebentar dari rumah kepalaku mulai pusing dan aku mulai kehabisan nafas setalah itu aku duduk di pinggir jalan untuk istirahat tetapi istirahtku lebih lama dari pada aku mulai Joging “
          “ Ti… tidak perlu semalu itu kan ? “
          “ Tentu saja memalukan ! aku baru saja joging selama 1 menit dan sekarang masih istirahat samapai 1 jam lebih “ lalu Haruna menujuk sebuah rumah yangan tangan kanannya yang berjarak kurang lebih 10 meter.
          “ Itu… Itu rumahku ! “ Haruna menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
Eh serius !? dia sudah mulai kelelahan meskipun baru saja keluar dari rumahnya yang tidak lebih dari 10 meter.
          “ Pffft… “ Taki menutup mulutnya sambil melihat Haruna
Haruna melihat ke arah Taki.
          “ Huhahahahahah… ” Taki tertawa lepas sambil memegang perutnya.
          “ Ta… ki… jangan teretawan ! “ Haruna sambil memukuli dada Taki
          “ Huahahahah… Aduh… perutuku sakit… Pffft… Hahahahahahah… “ Taki tidak dapat berhenti tertawan
          “ Taki ! hentiakan ! “ Haruna mengayunkan botol miumannya ke wajah Taki.
Kelpala Taki terkena tiang listrik setelah terkena pukuklan botol Haruna.
          “ Argh… karma ganda… “ Taki terduduk sambil tangan kanannya memegang wajahnya dan tangan kirinya memegang belakang kepalanya.
Haruna telihat panik dan ingin menolong Taki tetapi Haruna membatalkannya dan langsung berdiri tegak sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan memalingkan wajahnya dari Taki.
          “ Huhh… I I itu namanya karma karena menertawakan orang lain “ Haruna mengintip ke arah Taki.
          “ Maaf… maaf… “ Taki langsung berdiri sambil mengusap belakang kepalanya.
          “ Tapi Haruna… kenapa kamu tiba-tiba ingin berolah raga ? “
          “ Em… sebenarnya… aku termotivasi “
          “ Termotivasi ? “
Haruna langsung memandang Taki dan menunjuk ke arah Taki.
          “ Karena dirimu… “
          “ Karena Diriku… ? “ Taki terdiam mendengar perkataan Haruna.
Haruna menurunkan tangannya lalu menggengagam kedua tangannya di bawah perutnya.
          “ Sebenarnya hampir setiap hari aku melihatmu berolah raga, aku selalu memperhatikanmu lewat kamarku dan ini sudah satu tahun sejak aku melihatmu, kamu tidak pernah absen sedikitpun untuk berolahraga pagi dan aku sangat mengaguminya, dan kamu bahkan berhasil menjadi Ace di tim basket dalam setengah tahun karena kamu terus berusaha lebih dari siapapun “ Haruna lalu menundukan kepalanya.
          “ Aku sangat payah… karena aku selalu mengeluh untuk olah raga dan selalu fokus untuk belajar membuatku merepotkan semua orang saat jam olahraga, melihatmu berubah karena berusaha itu memberiku semangat untuk merubah diriku dan aku ingin seprtimu dapat di andalkan dan tidak ingin merepotkan orang lain “ Haruna perlahan meneteskan air mata.
Dia melakukan ini karena melihatku…
Taki mengangkat wajah haruna dan mengusap air mata dari wajah Haruna.
          “ Memang baik untuk tidak merepotkan orang tapi kamu tidak bisa melakukan hal yang sangat gegabah seperti ini, kamu sendiri sadar bahwa kamu memliki tubuh yang lemah dan kamu memaksakannya… bagaimana jika kamu pingsan di jalan dan tidak ada yang menolongmu ? semua orang pasti akan khwatir dan kerepotan “
          “ Tapi aku ingin berubah seperti dirimu ! “ Haruna melihat mata Taki sambil menangis
          “ Maka dari itu aku akan membantumu untuk mencapai tujuanmu… “ Taki mengusap airmata di Wajah Haruna dengan kedua tangannya.
          “ Eh !? “
          “ Aku pernah merepotkan para senior karena aku terlalu memaksakan diri dan mereka membantuku hingga menjadi diriku yang sekarang ini dan sekarang giliranku untuk membantu mu hingga tujuanmu tercapai “
Haruna lalu melekatkan wajahnya ke dada Taki.
          “ Kamu janji… “
          “ Ya… aku janji “ Taki mengusap kepala Haruna.
Haruna langsung melihat ke arah Taki dengan senyum lebah di dan mata yang berkaca-kaca di wajahnya.
Taki lalu mengantar Haruna higga sampai di depan rumahnya.
          “ Besok… aku akan ke sini jadi tunggu saja di depan rumahmu… “
          “ Em… baiklah Darling ! “ Haruna langsung memasang hormat kepada Taki.
          “ Eh Darling… !? “ Taki tercengang mendengar Haruna.
Wajah Haruna lalu memerah dan mulai panik.
          “ Anu… Darling bu bukan maksudku Gu… guru bu bukakn juga ! yang ku maksud Pelatih! Mohon bantuannya ! “ Haruna lalu membungkukan badannya.
          “ Da… Darling… !? “
          “ Sudah kubilang bukan itu maksudku !!! dasar Taki bodoh ! “ Haruna langung masuk ke rumahnya.
Taki sedang berjalan menuju rumahnya dengan sepeda.
          “ Da… Darling… dia mengatakan hal yang blak-blakan seperti itu… Kyah ! meskipun dia tidak sengaja mengatakannya itu tetap membuatku sangat senang ! “ Taki mulai megayuh sepeda dengan senangnya.
          “ Eh jangan-jangan aku sudah mendapatkan  Flag[1] nya Haruna !? jika begitu aku tinggal menaikan Love Meter[2] Haruna hingga maksimal… Baiklah sebuah sorakan untuk diriku Hip hip HOURA !!! “
Setibanya di rumah Taki memarkirkan sepedanya dan melihat ke arah rumah.
Ha… seperti biasa aku harus menyiapkan mental untuk memasuki rumah sendiri, jika kalian bertanya kenapa alasannya yah mungkin kalian bisa melihatnya sendiri.
Di saat Taki membuka pintu rumah Saki langsung melompat ke arah Taki.
          “ Kakak ! Hiks… Tatsuya… dan hiks… Yu… ki… “ Saki memeluk Taki dengan wajah yang penuh dengan air dari mata hingga hidung.
          “ Sa… Saki ada apa ? ada apa Tatsuya dan Yuki ? “ Sambil mengusap kepala Saki
          “ Hiks… mereka menyakiti Tuan Putih ! “ Saki mengelapkan wajahnya ke dada Taki
Tuan Putih ? ah… aku baru ingat Saki mempunyai boneka kelinci yang dia namai tuan putih.
          “ Baiklah baiklah aku akan menyelamatkan tuan putih “
          “ Cepat ! sebelum tuan putih mati ! “ Saki langsung menarik Taki ke dalam rumah.
          “ Ha… seperti biasanya… “
Keadaan dalam rumah seakan seperti medan perang di pagi hari Tatsuya dan Yuki berebut menggigit boneka kelinci milik Saki, Saki yang tidak berhenti menangis sambil memeluk kaki Taki, Yosuke berlari-lari tanpa memakai pakaian dan Mana dan Nana yang mengejarnya untuk memakaikan pakaiannya, Sakura yang bersusah payah mencoba menyuapi Hotarun yang tidak ingin makan sayur, Hajiri yang sarapan berdiri di depan TV menonton anime pahlawan pagi dan terus bergerak mengikuti gerakan karekter TV sambil makan, Haruka dengan angunnya minum susu di cangkir mewah dan seakan tidak mempedulikan sekitarnya dan Tante Youriko yang tergeletak di lantai seperti orang mati.
Jika begini terus mereka akan terlambat untu masuk sekolah, saatnya aku harus melakukan hal yang paling melelahkan.
Taki memukul pintu dengan keras.
          “ JIKA KALIAN TERUS BERMAIN KALIAN SEMUA AKAN TERLAMBAT SEKOLAH !, DAN JIKA KALIAN SAMPAI TERLAMBAT… AKU… AKAN… MEMBUAT… KALIAN… MENYESAL… KARENA TERLAMBAT… “ Taki mengatakan dengan wajah marah.
Semua seketika terdiam dan hening.
Taki lalu mengusap dahinya dan menahan tersenyum dengan wajah marah.
Nah… beginikan bagus kalau semuanya dapat tenang setalah pulang kerja rasanya sangat tentram.
Saki tiba-tiba melepas pelukannya dari kaki Taki dan berlari ke arah Haruka lalu bersembunyi di belakang di mana Haruka duduk.
Em… kenapa rasanya jadi cangung begini… ? kenapa semuanya masih terdiam?
          “ Hiks… HUAHHHHHHHHH… “Saki tiba-tiba menangis  sangat keras.
Yuki dan Tatsuya pun ikut menangis dan merangkak ke arah bibi Yuriko, Yosuke  berlari ke arah Mana dan Nana lalu menangis sambil memeluk mereka berdua Mana dan Mana tanpa berkata apa-apa memakaikan baju Yosuke sambil membawa Yosuke menjauh dari Taki, Hajiri dengan wajah mereh menahan menagis berdiri di depan bibi Yuriko, Yuki dan Tatsuya untuk melindungi mereka, Hotarun menangis dan membuang semua sayur yang ada di piringnya sedangkan Sakura berhenti menyuapi Hotarun lalu mengusap kepala Hotarun tanpa berkata apa-apa, Haruna yang tenangpun tanganya gemetar saat ingin meminum minumannya, dan bibi Yuriko yang terliha mati melihat ke arah Taki dengan wajah kecewa lalu menggelengkan kepalanya dengan perlahan.
[30 Menit Kemudian]
Akhirnya untuk menghentikan tangisan mereka aku bersujud selama 30 menit sambil menangis… Ah… betapa menyidihkannya diriku. Jangan pernah membuat anak-anak menangis… atau… kamu sendiri yang akan menangis… tertanda Taki….
Setelah selesai bersih-bersih rumah Taki memakai seragam sekolahnya dan mengecup dahi Tatsuya dan Yuki.
          “ Dada… Tatsuya dada… Yuki jadi anak yang baik jangan merepotkan bibi Yuriko “ Sambil mengelus kepala Tatsuya dan Yuki.
Tatsuya dan Yuki tetrtawa senang.
          “ Taki… apa kamu tidak ingin mengecup bibimu ini … ? “ bibi Yuriko mengatakan dengan nada menggoda dan memasang bibir nya ke arah Taki sambil menutup matanya.
          “ sadar umur “ Taki mensentil bibir bibi Yuriko dengan sekuat tenaga.
          “ Aaa ! aduh gigiku kena… “ bibi Yuriko memegang mulutnya yang ke sakitan.
          “ Mooo… Taki kejam… “ bibi Yuriko mengedipkan matanya ke arah Taki
Taki lalu menyiapkan ancang-ancang ingin menyentil mata bibi Yuriko dan bibi Yuriko dengan sekuat tenaga menahan tangan Taki.
          “ Bercanda bercanda bercanda… “
          “ Baiklah… bibi tolong jaga jaga Tatsuya dan Yuki… “
Taki melambai ke arah mereka sambil keluar rumah.
Seperti biasa aku selalu pergi ke sekolah paling terakhir ya… alasannya simpel bersihkan rumah secepatnya jadi saat pulang tidak ada kerjaan tambahan. Em… jika kalian bertanya siapa mengantarkan anak-anak yang paling kecil ya jawabannya anak-anak yang paling tua yang mengantarkannya. Sakura dan Haruka mengantarkan Hotarun dan Yosuke karena SMP mereka satu arah dengan Taman Kanak-Kanak jadi tidak merepotkan sedangkan Mana, Nana, Hajiri dan Saki mereka berjalan bersama karena satu Sekolah Dasar. Biasanya saat aku mulai keluar rumah sekitar 20 menit sekolah akan di mulai dan perjalananku ke sekolah sekitar 25 menit berjalan tetapi dapat di potong dengan berlari menjadi 10 menit. Ya bukannya sombong  tetapi aku termasuk pelari paling cepat di sekolahku. Tapi biasanya aku bisa hampir terlambat jika bertemu satu masalah, bisa di katakan sering bisa juga di katakan jarang em… jadi sering-sering jarang begitu.
          “ TA… KI…!!! “ seseorang perempuan memanggil Taki dari sebrang jalan.
Nah ini yang ku sebut masalah Makoto Nio.
Nio melihat ke kiri dan ke kanan lalu menyebrang sambil melambai ke arah Taki.
          “ Taki… !!! “ Nio lalu memukul pundak Taki.
          “ Ha… kenapa coba… “ Taki menghela nafasnya.
          “ apa maksudmu kenapa… ? “ Nio memasang wajah curiga sambil menusuk pipi Taki dengan jarinya.
Makoto Nio seorang Idola yang sedang naik daun sifatnya yang periang dan berteman kepada siapa saja dan paling benci namanya diskriminasi. Hebatnya jika dia masuk ke dalam sebuah pembicaraan pasti dia dapat mengikuti alurnya meskipun apapun topiknya. Ya bisa di katakan aku dan Nio adalah teman masa kecil kami sering bermain bersama. Jika kalian berfikir cinta tumbuh dari pertemanan masa kecil kami kalian salah besar… karena dia dulu tidak semanis ini, gimana ya cara mengatakannya dia itu dulu seperti laki-laki tidak mempedulikan penampilan, nakal dan bisa di katakan tipe anak hutan… LIAR!. Dan sekarang kalian pasti ada yang berkata “ bukankah itu sesuatu yang menyenangkan berteman dengan gadis super tomboy dan sangat dekat denganmu !? “ atau “ Dasar bajingan beruntung ! kalian pasti pernah melakukan ini dan itu kan !? “ jika yang kalian maksud berenang bersama dan tidur bersama ya memang pernah…. Memang saat berenang dia sering membuka bajunya tetapi tidak pernah membuka celananya… dan kalian pasti akan mengatakan
“ DASAR BODOH! TIDAK PEKA! “ DASAR PARA MANIAK KURANG AJAR ! TIDAK ADA DI DUNIA INI ANAK KECIL YANG BERPIKIRIAN MESUM. Sedangkan… maksudku dulu dadanya tidak sebesar ini dan ukuranku dan miliknya sama saat kami masih kecil !. Tapi kami berpisah saat lulus Sekolah Dasar keluarganya harus pindah karena urusan pekerjaan dan aku baru sadar bahwa dia seorang perempuan saat kami bertemu kembali karena masuk SMA yang sama itu pun jika bukan dia yang mengingatkan pertama kali. Karena hal itu dia sering mengejekku tidak peka karena tidak menyadarinya bahwa dia seorang perempuan. Wew… akupun terpesona melihatnya yang sekarang ini tapi aku mungkin akan lebih menyukukainya jika mulutnya bisa di sama ratakan dengan penampilannya yang manis dan ceria. Tapi uniknya dia hanya berbicara kasar saat ada aku di dalammnya mungkin karena aku adalah bahan hinaannya atau teman kejahatannya saat masih kecil.
          “ Taaaki… kenapa kau melamun ? “ Nio mencubit pipi Taki dengan kedua tangannya.
          “ Tidak ada, aku hanya memikirkan betapa langkanya aku bisa berteman dengan manusia jenis menyebakan sepertimu “
Nio melompat ke arah Taki dan menyundul dagu Taki dengan kepalanya, tidak lama kemudian Nio duduk jongkok dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
          “ Jangan pikir kamu bisa melakukan Trik lama seperti itu kepadaku terus-menerus, aku sudah melatih seluruh bagian tubuhku selama satu tahun ini agar kebal dari setiap serangan dadakan yang kamu lakukan setiap saat dan … “
Seketika Nio memukul selangkangan Taki.
          “ Argh… “ Taki seakan berhenti bernafas.
Pikiran Taki mulai putih dan dia merasakan dia menuju ke suatu tempat.
          “ Eh… dimana aku !? “ Taki melihat ke arah kiri dan kanan.
Sepanjang yang dia lihat adalah tempat putih dengan gelembung besar transparan di sepanjang mata melihat.
          “ Gelembung apa ini ? “ Taki memegang salah satu gelembung.
Tiba-tiba di selangkangannya terasa sengatan kecil listrik.
          “A…haaaaaaaaaa….. “ wajah Taki mulai memerah.
Tiba-tiab di dengannya terdapat boneka beruang berwarna pink.
          “ Wah… manis sekali… “ Taki langusng memeluk boneka beruang tersebut dengan gemasnya.
Setelah itu Taki memegang banyak sekali gemebung dan sengatan kecil listrik bertubi-tubi terkena selangkangannya.
          “ Aaaaaaaahhhhhh… I’m in Paradise… “ Muka Taki sengat mereh dan mengelegkan kepalanya seakan sangat  merasa nikmat.
Lalu muncul berbagai benda dari pita berwarna, aksesoris berkilau, bunga dan banyak barang imut lainnya.
          “ Kyaaa… semua barang ini sangat manis dan imut mengkin ini namanya surga… “ Taki dengan senangnya memakai semua barang tersebut”
Tiba-tiba Taki tersengatan listrik kecil di kepalanya.
          “ Hah !? aneh sejak kapan akau menyukai barang-barang seperti ini? “
          “ Taki “
Seseorang memenggil Taki dari belakang, lalu Taki menoleh ke arah tersebut dan dia sangat terkejut melihat dirinya sendiri yang bertelanjang badan dengan kotak hitam mengabang di sekitar selangkangan dengan bertulisan “JANTAN”.
          “ Taki… ini mungkin sudah saatnya kita berpisah… “
          “ A Apa maksudmu !? dan siapa kamu !? “
          “ Aku adalah dirimu dan kamu adalah diriku… “ Kembaran Taki lalu mengangkat kedua tangannya ke atas.
          “ Apa yang kau katakan !? “
          “ Aku adalah dirimu yang lama dan sekarang aku di sini untuk membimbingmu untuk hidup ke dunia… “  Kelmbaran Taki merentangkan tangannya.
          “ Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud ! Jelaskan siapa dirmu !? dan kenapa kamu berwujud seperti diriku !? “
          “ Aku adalah Taki Jantan aku adalah dirimu yang dulu dan kamu adalah Taki Betina wujudmu yang baru… “ Taki jantan lalu menunjuk ke arah Taki.
Saat Taki melihat ke arah dirinya dia sudah tidak berpakaiaan dan terdapat kotak hitam mengambang di depan selangkangannya dan bertulisan “ BETIINA “.
          “ Ada apa ini… !? “ Taki lalu melihat ke arah selangkangannya yang di tutup oleh kotak hitam.
          “ hilang… ?, AKU KEHILANGAN RAJAWALIKU !!! “
Dari atas terdapat cahaya yang turun mengenani Taki dan perlaham mengangkatnya ke atas “
          “ Sudah saatnya… sudah saatnya untuk diriku menghilang wahai teman lama… aku berdoa semoga Dewa Kamasuta dapat mengambulkan kenikmatan hidup barumu “ Taki jantan melambai ke arah Taki.
          “ Tidak… tidak… TIDAK !!! JANGAN TINGGALKAN AKU TAKI JANTAN !!! AKU TIDAK DAPAT HIDUP TANPAMU !!! “ Taki mencoba meraih Taki jantan.
          “ Selamat tinggat wahai sahabat… “ Taki jantan melambai sambil tersenyum kepada Taki.
Perlahan semua mulai putih dan menghilang perlahan.
          “ TIDAK !!! “
Tiba-tiba Taki membuka matanya dan bangkit seketika yang di depannya terdapat Nio.
          “ FUCK !!! “
          “ FUCK !!! “
Taki kesakitan dan memegang kepalanya dan Nio kesakitan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Tanpa pikir panjang Taki melupakan kesakitannya lalu melihat dan memegang selangkangannya.
          “ Huh… Rajawaliku ternyata masih ada “ Taki mengusap dahinya.
Taki lalu melihat Nio yang terus memegang kepalanya dan tidak berkata apa-apa.
          “ Nio… ayolah ! Tidak mungkin sesakit itu kan !? dimana kekuatan wanita liar milikmu !? “ Taki mengatakannya dengan nada bercanda.
Tetapi Nio tidak berkata apa.
          “ Ni… Nio… ? “ Taki mulai khawatih melihat Nio.
Saat Taki ingin melihat wajah Nio tiba-tiba Taki melihat air mata yang menetes dari  dagu Nio.
          “ Ni… NIO ! Ke… kenapa…!? Hei apa kau baik-baik saja !? “ Taki lalu mengusap pundak Nio.
Nio langsung melihat ke arah Taki dengan wajah marah dan mata merah yang meneteskan air mata, Nio langsung memukul wajah Taki hingga Taki Terbaring.
          “ Kenapa !? Kenapa kamu malah pingan !? “ Nio memukul dada Taki dambil menagis sangat keras.
          “ Aku kira karena diriku… karena diriku lagi… kamu tidak akan membuka matamu lagi seperti dulu… “ Nio berhenti memukul dada Taki dan medekatkan wajahnya ke dada Taki.
Ah… mungkin karena aku pingan dia mengingat traumanya dulu saat kami maish kecil.
Taki lalu mengusap kepala Nio.
          “ Booo…Doh… Kan aku pernah mengatakan padamu… aku ini abadi tidak mungkin akau bisa mati “
Sepertinya aku harus memaafkannya karena mumukul Rajawaliku, sejak dulu memang selalu begitu entah kenapa aku tidak tahan melihat Nio terus menangis.
Taki perlahan bangkin sambil memeluk Nio.
          “ Sudah… Tidak perlu di khawatirkan lagi… aku baik-baik saja “ Taki sambil mengelus kepala Nio
          “ Hiks… Apa kamu bersungguh sungguh ? “ Nio bebicara dengan suara yang kecil di dada Taki.
Dengan lembut Taki menekan kepala Nio ke dadanya.
          “ Apa kamu bisa mendengarnya ? “
Nio mendengar detak jantung Taki yang berdetak lembut.
          “ Sudah ku bilang aku ini abadi… Tidak mungkin aku bisa mati dengan mudah seperti janjiku dulu “
Perlahan Nio memperlihatkan wajahnya yang masih memerah kepada Taki.
          “ Kamu masih ingat janji itu ? “
          “ Ya… aku masih mengingatnya… ayo kita kesekolah jika kita berlama-lama begini kita berdua akan terlambat “
          “ Em… “ Nio menganggukan kepalanya sambil mengusap maanya dangan legan bajunya.
Ini adalah tontonan yang sangat jarang melihatnya seperti ini membuatku merasa sangat senang karena dia masih memiliki sifat kewanitaannya yang sangat langka di tunjukan kepadaku, sejak pertama kali akau bertemu dengannya lagi  mungkin ini yang kedua kalinya aku melihatnya begini.
          “ Oh ya Nio sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri ? “
          “ Em… Sekitar 15 menit “
          “ 15 MENIT !!!???  kita harus lagi sprint untuk ke sempat ke sekolah ! Nio Ayo ! “ Taki melihat ke arah Nio.
          “ Ni…Nio kita sudah terlambat kenapa kamu masih duduk…? “
          “ Aku tidak bisa berdiri… “
          “ Hah …!? Apa !? “
          “ Sudah ku bilang aku tidak bisa berdiri !!! “
          “ Ke… kenapa ? “
          “ Kakiku terkilir saat aku mencari bantuan di sekitar sini saat kamu pingsan “
          “ Heh… “
Sudah tidak aku tidak ingin membahasnya terlalu lama, jika aku dan Nio masih terus di sini maka kami berdua beneran akan terlambat.
Taki langsung menggendong Nio di pundaknya.
          “ Pegangan yang erat ! Aku tidak akan berhenti sama sekali sebelum kita sampai di sekolah ! “
          “ Em… “ Nio memeluk Taki dengan sangat erat sambil tersenyum.
          “ Here We GO !!! “
Taki berlari seperti Ninja di dunia moderen.
Taki terus berlari hingga mendekati gerbang utama sekolah mereka, di saat saat yang sama di depan telah berdiri guru yang ingin menutup gerbang.
          “ Sial jika begini kita berdua tidak akan masuk ! Nio tutup matamu ! “
          “ Eh !? apa maksudmu !? “
          “ Lakukan saja ! percayalah padaku ! “
          “ Ba-baiklah… “ Nio menutup matanya
Taki lalu memindahkan Nio dari pungungnya ke kedua tangannya.
          “ Taki… !? apa yang kau lakukan !? “ badan Nio mulai gemertar sambil terus menutup matanya.
          “ Percaya saja ! Baiklah Satu… Dua… Tiga… “ Taki langsung melempar Nio ke Udara melewati gerbang.
Nio langsung membuka matanya dan menyadari bahwa dia telah di atas udara.
          “ TAKI !!! “
Taki langung melompati pagar sebelum di tutup, gurupun tercengang melihat Nio yang dia atas udara dan Taki yang melompat pagar tepat di atasnya.
          “ Tenang aku akan menagkapmu ! “
          “ JIKA SAMPAI LEPAS AKAN KU BUNUH KAU TAKI ! “
Taki mendarat ke tanah sambil berguling dan seketika berdiri dan menadahkan kedua tangannya, Nio mendarat tepat di atas tangan Taki tanpa Taki melihat kemana Nio jatuh.
          “ Lihatkan aku berhasil “ Taki sambil tersenyum sombng melihat ke arah Nio.
Wajah Nio memerah dan memasang wajah kesal, Nio langsung mencekik Taki tanpa berkata-kata.
          “ Ni ni ni Nio… ja…Jatuh ! “
Taki tidak bisa menjaga keseimbangannya dan terjatuh ke arah depan, sebelum jauh ke tanah Taki memutarkan badannya membuat dirinya sebagai matras agar Nio tidak terluka.
          “ Sudah ku bilangkan Jatuh…”
Nio berbaring di atas dada taki tanpa melihat ke arah wajahnya.
          “ terimakasih… “ Nio menyembunyikan wajahnya yang memerah dari Taki.
          “ Hah ? apa kamu mengatakan sesuatu ? “
          “ Ti Tidak ada ! “ Nio sambil memukul dada Taki
          “ Urgh ! “
Perlahan Taki menyadari bahwa mereka berdua di lihat satu sekolah dari jendela-jendela kelas.
          “ Ni… Nio sebaiknya kita segera berdiri… “
          “ Sebentar lagi kakiku masih sakit, nemangnya kamu masalah jika aku berbaring di sini ? “
          “ Eh… untukku tidak masalah tapi yang akan bermasalah adalah kamu Nio… “
          “ Em… apa maksudmu ? “
          “ Kamu bisa melihatnya sendiri “
Tiba-tiba Nio mendengar suara ricuh.
          “ Taki akan ku bunuh kau nanti ! “
          “ Kyah… seperti film cinta ! “
          “ Tidak !!! Nona Nio !!! kenapa anda bersama sampah tersebut ! “
          “ Kyah… aku juga ini seperti itu ! “
          “ Semua pasangah harus musnah ! “
          “ Fuck ! aku iri sekali ! “
Nio langsung mengangkat kepalanya dari dada Taki dan melihat ke arah gedung sekolah dan tenyata semua orang melihat mereka berdua, wajah Nio memerah degan tubuhnya yang membeku seketika. Guru yang menjaga gerbang langsung datang menghampiri Taki dan Nio.
          “ Kalian berdua… sekarang ke ruang guru… “
         
“ Ba…Baik… “
          “ Ba…Baik… “



[1] Flag adalah penanda Event di mana tokoh utama mendapatkan pertanda bahwa sang wanita/pria yang dia sukai menunjukan tanda-tanda bahwa dia menyukai tokoh utama. ( Biasanya di gunakan dalam game Galge atau Eroge ).
[2] Love Meter adalah tinggat perasaan Karakter Wanita/Pria kepada Tokoh utama ( Sering di gunakan dalam Game Romance ).