Hajime Taki - tokoh utama (Pria)
Makoto Nio - teman sekelas Taki (wanita)
Sato Maya - manager tim basket Taki (wanita)
Suzu haruna - Ketua osis
Hajime Sakura - yatim piatu kelas 2 smp (wanita)
Hajime haruka - yatim piatu kelas 2 smp (wanita)
Hajime mana - yatim piatu kelas 6 sd (wanita)
Hajime nana - yatim piatu kelas 6 sd adik kembar
nana (wanita)
Hajime hijiri - yatim piatu kelas 4 sd (Pria)
Hajime saki - yatim piatu kelaa 1 sd (wanita)
Hajime hotaru - yatim piatu tk (wanita)
Hajime yosuke - yatim piatu tk (pria)
Hajime tatsuya - yatim piatu balita (pria)
Hajime yuki - yatim piatu balita (wanita)
Botan Fujiwara - kapten tim basket kelas 3
Yowake shiro - teman sekelas taki
Matuda riku - mengaku rival basket taki kelas 1
Mori tatsumi - adik kandung Taki kelas 1
Sawatani yozora - guru ruang kesehatan
Kodakawa yuriko - tante Taki yang lumpuh serumah dengan Taki
Madam saiko - ketua klub midnight flower
Rainheart sebastian - Pemilik cafe secret garden
Matsuda motoharu - pemilik toko ramen matsuda dan ayah riku
Honda matsunaga - Pemimpin loper koran pagi
I will do my best
Story Draf
Cerita tentang Taki seorang pelajar
sma kelas 2 yang hidupnya benar2 berubah semenjak tahun lalu. Dia mengadopsi 10
anak yang tersisa dari panti asuhan yang akan di tutup, meskipun dia sadar
bahwa dia cukup untuk menghidupi dirinya sendiri tetapi dia tetep bersikeras
untuk mengadopsi anak2 tersebut dia tidak ingin mereka tumbuh besar di jalanan
yang keras tanpa orang tua seperti dirinya. Taki ingin mereka hidup seperti
anak normal lainnya maka dari itu Taki menyekolahkan 5 orang dari mereka yang
cukup umur dan 5 yang lainnya yang masih balita dia meminta guru ruang
kesehatan untuk menjaga mereka selama Taki bersekolah. Taki sadar bahwa
tabungannya semakin lama semakin menipis, Taki mengorbankan kehidupan sma nya
dengan berhenti dari klub basket yang menjadi jaminannya untuk masuk
universitas ternama meskipun dia adalah yang terbaik di klub tersebut. Taki
berhenti dari klub tanpa menyebutkan alasannya, yang tentu saja membuat senior
dan teman klubnya menjadi marah karena seorang ace berhenti begitu saja seperti
menghina usaha mereka yang terus berjuang. Meskipun hati Taki merasa sangat
sedih karena harus bermushan dengan orang2 yang berjuang bersama selama 1 tahun
penuh, tetapi Taki selalu berpikir tidak ada jalan lain selain ini. Taki
merubah seluruh jadwalnya demi bekerja pagi dia mengantarkan koran, setelah
pulang sekolah dia bekerja di cafe setelah pulang dan makan malam bersama anak2
dia bekerja sebagai host di klub malam hingga tengah malam. Dia tidak pernah
menunjukan wajah lelahnya kepada anak2 dan kepada teman2 nya di sekolah tetapi
perlahan mereka menyadari bahwa Taki terlihat lebih lesu dan tidak seceria
sebelumnya, banyak yang beranggapan bahwa Taki melakukan sesuatu yang buruk
hingga membuat gosip dan fitnah tentang Taki sebagai anak berandalan. Suatu
saat Nio gadis yang selalu mempercayi Taki terus bertamya kepada Taki apa yang
sebenarnya terjadi, Taki yang kelelahan dan tidak fokus menghentak dan memarahi
Nio dengan wajah marah yang tidak pernah dia tunjukan sebelumnya. Perlahan Taki
mulai sadar dan melihat Nio mengaluarkan air mata, Nio pun berlari keluar kelas
sambil menangis dan semua yang ada di kelas tidak berani melihat Taki. Taki
sadar akan perbuatannya tetapi tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi
sehingga Taki tidak tau bagaimana harus meminta maaf. Keesokannya Tidak ada
yang berani menyapa Taki bahkan Nio yang selalu ceria menyapa Taki tidak berani
melihat wajah Taki. Saat istirahat datang seorang gadis bernama Maya mantan
manajer basket Taki saat dia berbicara dengan Taki, Taki terkejut karean Maya
mengetahui permasalah yang sedang Taki alami. Maya pun meminta Taki dengan
arogan untuk menjadi pacarnya dan akan memberikan uang untuk menghilanglangkan
beban Taki. Perkataan Maya membuat Taki kesal seakan dirinya dapat di beli
dengan uang, karena kurang fakus dan kelelahan Taki tidak bisa mengontrol
emosinya tanpa sadar dia menampar Maya dengan wajah marah. Saat Taki sadar dia
melihat wajah Maya yang yang merah akibat tamparan Taki, Taki tidak bisa
berkata apa2 dan langsung kembali ke kelasnya. Terdengar samar2 tetapi dia
mendengar teman2 sekelasnya membicarakan dirinya bahwa dia adalah seorang
berandalan. Taki berpikir apa dia jarus menghakiri hubungan dengan anak2 dan
kembali ke kehidupan normalnya atau berhenti dari sekolah agar dia tidak melampiaskan
amarahnya kepada teman2nya.
Konflik Capter
Chapter 1 every day
Menjelaskan bagaimana
kehidupan sehari hari Taki.
Chapter 2 fate
Taki sebagai
sukarelawan membantu anak2 yatim, tiba2 yatim piatu harus di tutup karena kepala
panti asuhan membawa semua uang dan meninggalkan hutang kepada panti asuhan.
Semua anak sudah banyak yang di adopsi tapi hanya 10 anak bermasalah yang tidak
ada yang ingin mengadopsi. Taki merasa tidak bisa meninggalkan mereka meskipun
taki sadah bahwa dia sendiri hanya dapat menghidupi dirinya dan tantenya. Taki
mendisuksikan bersama tantenya. Tantenya berkata apapun pilihan taki tantenya
akan mendukungnya. Lalu taki meminta untuk semua anak tersebut di adopsi oleh
taki dan apapun resikonya taki yang bertanggung jawab. Taki menghabiskan
setengah tabungannya untuk mebeli rumah yang lebih besar agar semua orang dapat
tinggal di tempat tersebut. Dan setengahnya lagi dia habiskan untuk
menyekolahkan mereka. Di saat itu kehidupan taki bersama anak2 di mulai.
Chapter 3 shool
life
Kehidupn taki
sebagai anak sekolah seorang ace tim basket. Kisah pertemanan pertemuan
anatar taki bersama teman2nya. Kehidannya cinta segi empat di mana taki yang
menyukai 3 wanita tetapi tidak berni mengatakannya karena tidak ingin melukai
perasaannya sendiri.
Chapter 4 our life
part 1
Cerita kehidupan
sakura dan haruka
Chater 5 our lifeart
2
Cerita kehidupan si
kembar mana dan nana
Chapter 6 our life
part 3
Cerita kehidupn
hajiri dan saki
Chapter 7 our life
part 4
Cerita kehidupn
hotaru, yosuke , tatusya dan yuki.
Chapter 8 hiden
fealing part 1
Cerita perasaan
makoto nio terhadap taki
Chapter 9 hidden
fealing part 2
Cerita perasaan sato
maya terhadap taki
Chapter 10 hidden
fealing part 3
Cerita perasaan suzu
haruna terhadap taki
Chapter 11 the break
down
Cerita di mana taki
mulai kesulitan dalam mengatur keuangan dan kehidupan sekolahnya
Chapter 12 fall from
save zone
Cerita di mana taki
mulai kehilangan akalnya dan keretakan hubungan antara dia sekolah, teman, cintanya,
dan keluarganya.
Chapter 13 reason
Cerita di mana orang
sekitar taki mengetahu sebab taki berubah
Chapter 14 help to
stand up
Cerita di mana orang
di sekitar taki untuk membantu taki
Chapter 15 rise and
shine
Cerita di mana taki
menemukan jawaban untuk masalahnya
Chapter 16 end we
still family even not bound with blood
Cerita di mana taki
harus berpisah dengan semua anak untuk di adopsi orang lain.
Chapter bonus
1
Pesta kejutan ulang
tahun taki dan selamat atas masuk universitas terbaik di lakukan oleh semua
teman2nya, orang yang pernah memperkerjakannya dan seluruh anak yang pernah di
asuhnya.
Chapter bonus 2 here
we go again
Ceita di mana
membantu panti asuhan lain dan panti asuhan tersebut ingin di tutup karena
hutang dan semua uang yang di bawa kabur oleh kepala panti asuhan. Dan sekarang
seluruh anak2 tidak memeiliki tempat tinggal kali ini taki lebih yakin untuk
mengasuh mereka karena taki telah memiliki pekerjaan dengan pendapatan
melimpah. Dan taki mengadopsi seluruh anak panti asuhan tersebut
Chapter bonus 3 our
new life
Cerita di mana anak2
setelah di adopsi orang lain
Chapter bonus
4
Cerita kelam taki
selama masa kecilnya
Chapter bonus
5
Cerita pertemuan
tante yuriko dan taki
Chapter 1
Every day
Taki... Hajime Taki itu
adalah namaku tahun ini aku berusia 16 tahun dan naik kelas 2 di SMA Shiromori
setiap pagi aku bangun jam 4 pagi menyiapkan sarapan untuk 12 orang termasuk
diriku dan aku selalu makan bagianku sebelum semua orang bangun. Seperti
biasanya sebelum pergi bekerja aku selalu mengitip wajah semua orang yang
sedang tidur. Pertama selalu yang paling tua bibiku Kodakawa Yuriko selalu saja
kamarnya berantakan meskipun aku tau bahwa kakinya lumpuh jadi dia
menghabiskan harinya di rumah dia mengatakan bahwa dia tidak ingin menjadi
beban maka dari itu dia mengabiskan waktunya untuk menulis novel cerita
cinta.
"ah... jika bibi
menulis hingga menggunakan belakang kertas, pasti bibi kehabisan kertas...
nanti akan ku belikan sehabis pulang sekolah".
Setelah itu Sakura dan Haruka,
huwah... seperti biasanya setiap kali aku melakukan ini aku merasa seperti
orang tua mesum yang sedang mengintip gadis yang sedang tumbuh... TAPI ! Ini
demi memantau pertumbuhan mereka dari gadis menjadi wanita dewasa yang bermoral
tapi... tetap aku yang melakukan ini malah yang tidak bermoral, seperti biasa Sakura
masih menyukai memeluk beruang kesayanganya imut sekali wajahnya yang memerah
dan senyumnya yang kecil dekat dengan boneka beruang tersebut pasti dia sedang
bermimpi indah. Sedangkan Haruka jika di ingat-ingat dia selalu seperti gadis
perfectsionis dan selalu ingin tampak angun di depan kami semua, tetapi jika
ada yang melihatnya tidur mengunakan baju tidur kelinci, memeluk guling wortel
dan wajah merah dengan sedikit iler di senyumannya yang lebar kyah... siapa
yang tahan melihat ke imutannya, Dari pada terlihat seperti kakak dia malah
terlihat seperti adik paling kecil.
“Hemm...” Mata Taki tertuju
ke meja Sakura.
apa yang ada di atas meja
sakura ? Jika ku perhatikan baik-baik itu adalah amplop
de...ngan...sti...ker.....ha.....ti...... STIKER HATI !!! SIAPA... SIAPA PRIA
KURANG AJAR YANG BERANI MENDAPATKAN HATI SAKURA.
"Emh......." Sakura
merasa tidurnya terganggu.
Oh... tidak... aura
kebencianku mengganggu tidur indahnya.
Taki lalu keluar dan
menutup pintu setelah itu dia berdiri tegak dan memegang dadanya dengan tangan
kanannya lalu menghadapkan wajahnya ke atas perlahan dia menarik nafas
dalam-dalam dan menghembuskannya.
Taki... ini mungkin sudah
saatnya Sakura tumbuh dewasa, aku tidak bisa selamanya berpikir bahwa Sakura
adalah anak-anak untuk selamanya... TAPI ! JIKA ORANG YANG SAKURA SUKAI
MENYAKITI PERASAANNYA... AKU BERSUMPAH AKAN KU KUBUR HIDUP-HIDUP BAJINGAN
ITU!!!!!.
Sekarang kamar Nana dan Mana
wahh.....
Taki tersenyum lebar dengan
hidung yang mengembang.
Manisnya!!! aku tau mereka
kembar tapi tidur saling berpelukan seperti itu kyahh... ITU BISA MEMBUATKU
GILA!. Manis gila ! Mana yang memeluk Nana dengan mendekatkan wajah Nana ke
wajahnya dan tangan kirinya yang mengelus kepala Nana dan sedangkan Nana
memeluk tubuh Mana dengan erat. OH MY GOD!
Taki menutup pintu lalu dia
menyenderkan pungungnya ke pintu perlahan taki terduduk dengan kedua tangan
mengutup wajahnya.
Tidak...........!!! Tidak.........!!!
Tidak...........!!! Oh... jika aku terus melihat mereka maka aku bisa
mati terkena diabetes karena keimutan mereka berdua...
Taki terhenti sebentar dan
mebayangkan Nana dan Mana.
Oh ya aku dengar bahwa semua
orang tidak bisa membedakan Nana dan Mana bahkan di rumah ini pun tidak ada
yang membedakannya terkecuali diriku. Kalau di pikir-pikir mereka selalu
memakai pakaian yang sama, gaya rambut yang sama aksesoris yang sama,
kepribadian merekapun sama dan sering sekali mereka menyebutkan sesuatu yang
sama di saat yang sama pula dan bahakan mereka tidak memiliki sesuatu keunikan
dari satu sama lain. Tapi kenapa hanya aku yang tau membedakan mereka apa aku
yang aneh, TIDAK! Ini pasti ikatan yang sangat dalam anatara aku dan mereka...
nah mungkin hanya terlalu sering bersama mereka jadi aku dapat membedakannya.
Sekarang kamar Hajiri dan Saki
huwah! seperti biasa gaya tidur Hajiri sombong sekali. aku berani bertaruh di
dunia ini tidak ada anak yang laki-laki yang tidur sesombong dia, makusudku...
bagaimana ada orang yang menyilangkan kedua tangannya di depan dada lalu kaki
kanannya di silangkan ke atas kaki kirinya di tambah senyum lebarnya seakan
meremehkan orang lain.
Senyuman hajiri semakin
melebar.
Tapi... mungkin hajiri lah
yang paling mirip seperti aku saat aku kecil, selalu berusaha, menertawakan
kegagalan, selalu ingin membantu orang lain, tidak pernah ingin ada orang yang
tau akan keadaan kami dan tidak ingin di kasihani. Hajiri... karena kamu sudah
bersamaku di sini kamu tidak perlu berusaha sendiri lagi, aku akan membantumu
hingga kamu mencapai tujuanmu. Sekarang bagaimana dengan Saki...
Saki perlahan membuka
matanya dan melihat ke arah Taki
"Kak Taki apa sudah
pagi ?"
Oh sial! Saki bangun pasti
karena cahaya yang masuk.
Taki bergegas masuk ke
kamar lalu berlutut sambil mengelus kepala saki.
"Tidak... pagi masih
lama... tidurlah lagi"
"Em..."Saki
mengangukan kepalanya.
Taki terus mengelus kepala
saki hingga saki kembali tidur dan perlahan Taki keluar dari kamar.
"Hampir saja..."
Sekarang kamar Hotaru,
Yosuke, Tatsuya dan Yuki. Seperti apa wajah mereka... oh sial !
Tatsuya dan yuki sudah
terbangun dan sedang bermain dengan maianan mereka.
"Kii...."Tatsuya
melihat ke arah Taki lalu yuki pun melihat ke arah Taki.
"Kiiiiiiiiii..."Tatsuya
dengan dengan cepat merangkak ke arah Taki dan memeluk kaki taki. Melihat
tersebut wajah Yuki memerah, Yuki mengembungkan pipinya tidak lama kemudian dia
mulai menangis.
Taki dengan cepat melakukan
posisi jongkok karena Tatsuya masih memeluk kakinya lalu taki menadahkan kedua
tanganya.
"Yuki... ayo sini...
ayo datang ke kakak..."Yuki yang masih menangis perlahan merangkak ke arah
taki, dengan sekuat tenaga yuki mencoba berdiri untuk memeluk Taki.
Tangan Taki siap untuk
menangkap Yuki, meliaht itu Tatsuya merasa cemburu dan menggigit kaki Taki
tepat di saat Yuki melompat ke arah Taki, Taki terduduk karena kesakitan dan
lepas menangkap Yuki yang melompat. Yuki pun terjatuh dengan wajahnya, Taki
hanya terdiam melihat yuki yang tidak bergerak.
"Y...yu...yuki...?"Tiba2
yuki mengangkat wajahnya yang merah penuh air mata dan hingus.
Ini pasti gawat.
"Yuki?"Seketika
yuki mengigit tangan taki sambil menangis.
TIDAK ! .... aku tidak
boleh teriak atau aku akan membangunkan satu rumah...
Tatsuya pun ikut menggigit
karena senang.
TIDAK!!!!
Beberapa menit kemudian Taki
berhasil menenangkan mereka berdua dengan menaruh mereka di depan tv dengan
acara anime anak2 pagi.
" oke... sekarang
sudah tenang waktunya kerja pagi" Taki melambaikan tanganya ke arah Tatsuya
dan Yuki. Merekapun mebalas lambaian Taki.
Taki mengambil sepeda dan
mulai mengahyuh sepedanya.
Mungkin kalian bertanya apa
yang aku kerjakan sepagi ini dengan sepeda. Dan banyak dari kalian dapat
menebaknya pasti jasa pengiriman... ya begitulah tapi hanya beberapa dari kalian
yang tau lebih spesifik.
Taki samapai di depan toko
dengan seseorang yang berdiri di depan. Pira tersebut langusng melihat ke arah
Taki dengan senyuman.
" Oh Taki... tidak
biasanya kau datang lebih lambat"
"Ahaha... ada sedikit
masalah di rumah"
Pira ini bernama Honda
Matsunaga biasa di panggil Pak Honda dia adalah pimpinana dari jasa pengiriman
koran pagi, ya begitulah setiap pagi aku berkerja dengan beliau untuk
mengantarkan koran pagi.
"Maaf taki bisakah kau
mengatarkan ke beberapa pelanggan baru?"Dengan wajah merasa tak enak dan
menggaruk belakang kepalanya.
"Apa tidak ada orang
lain yang dapat melakukannya?"
"Aku sudah meminta
yang lain tetapi mereka menolaknya, jadi hanya kau harapan terakhirku" Pak
Honda langsung menundukan kepalanya
"A.aa.aa... anda tidak
perlu menundukan kepala anda Pak Honda" Taki agak panik sambil menadahkan
kedua tanganya.
"Oh benarkah...?
terimakasih banyak Taki... aku akan menaikan gajimu" Pak Honda sambil tertawa
"Terimakasih" Taki
menundukan kepalanya.
Setelah pulang bekerja
bisanya aku melakukan sedikit maraton pendek dengan sepedaku dengan mengambil
jalan memutar aku memilih untuk melewati jalan tanjakan yang terbilang sangat
jauh.
“Hari ini aku akan memecahkan rokorku sendiri !” sambil
mengatur stopwatch yang ada di tangan kirinya.
“ Ready…. GO! ” dengan sekuat tenaga Taki mengayuh
sepedanya menaiki jalan tanjakan. Wajah Taki memerah dan mulai menetskan
keringat yang sangat banyak.
“TA…KI…!!!” terdengar suara seseorang wanita memanggil nama
Taki, Taki lalu melihat ke arah kanannya karena tidak fokus Taki mulai
kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.
“ Hua!!! ” Taki memegang belakang kepalanya yang terbentur
tiang listrik dengan kedua tanganya.
“Taki! Apa kamu baik-baik saja” perlahan Taki membuka
matanya dan melihat Suzu Haruna yang membantu Taki berdiri.
“ Maaf Taki karenaku… kamu jadi terjatuh seperti itu “
dengan memasang wajah menyesl dengan mata berkaca-kaca Haruna mengelus belakang
kelapa Taki.
Sekarang kalian pikir ini
adalah adegan romance di mana tokoh utama bertemu dengan cinta sejatinya… yang
ingin ku katakan adalah SADARLAH ! INI KEHIDUPAN NYATA ! ehem… baiklah akan ku
perkenalkan
“ Apa masih sakit Taki…? “ Taki lalu memegang tangan Haruna
“ Ah… sudah baiakan “
“ Syukurlah… ” Haruna sedikit memiringkan kepalanya ke arah
kanan dan memasang senyum kecil di wajahnya.
Gadis manis ini bernama
Suzu Haruna biasa di pangil Haruna dia adalah ketua Osis di SMA Shiromori dan
satu angkatan dengan ku. Karena wajahnya yang cantik dan kecerdasaanya wajar
saja dia di pilih menjadi keua Osis saat pertama kali masuk SMA , kamu tidak
akan pernah meihat gadis sebaik dirinya di mana pun dia bahkan rela mambantu
kerjaan orang lain meskiup dia tidak masih memiliki kerjaanya sendiri. Aku bisa
katakan aku sangat kagum dengannya dan… sedikit… bukan-bukan agak… bukan juga…
aku sangat menyukainya dan terkadang aku berpikir untuk menjadi pacarnya. Tapi…
jika ada seseorang yang berani menyatakan perasaannya kepada Haruna… maka orang
tersebut akan di habisi oleh H.G.F.C ( Haruna Goddness Fan Club ) sebelum
sempat bertemu dan menyatakan perasaannya kepada Haruna, hebatnya Haruna tidak
tau dia memiliki fan club karena mereka menyamar sebagai asosiasi pembantu
Osis. Oh ya… kalau tidak salah beberapa bulan yang lalu ada salah satu angota
H.G.F.C yang nekat menyatakan perasaannya kepada Haruna dan… jawaban Haruna
sangat mengejutkan seluruh H.G.F.C dia bilang bahwa di sudah memiliki orang
yang dia sukai tetapi masih tidak berani menyatakan perasaannya. Jawabannya
membuat seluruh H.G.F.C berada di mode siap perang siapapun yang mendekati
Haruna setelahnya akan di culik dan di Intrograsi oleh H.G.F.C oh… jika kalian
bertanya apa yang terjadi dengan angota mereka yang nekat menembak Haruna… aku
bersumpah kalian tidak akan mau mengetahuinya.
Sial ! aku terlalu banyak
monolog hingga melupakan Haruna di depanku.
“ Oh ya… Haruna apa yang kamu lakukan di sini ? “
“ Emm… sebenarnya… em… aku malu mengatakannya “ wajah
Haruna mulai memerah dan kedua tanganya saling menggenggam di depan dadanya
terlihat dia mulai gelisah.
Sial ! itu manis sekali !
“ Katakan saja aku tidak akan menertawakannya “ Taki
memasang senyum yang di paksa dan menggaruk belakang kepalanya dengan tangan
kanannya.
“ Kamu janji… “ mata Haruna memandang Taki dengan pandangan
berkaca-kaca.
Oh Haruna… katakan saja secepatnya jangan memandangku
seperti itu atau aku akan mulai kehilangan akal sehatku… Tuhan maafkan aku, aku
mungkin akan mulai memeluk dan mencium wajahnya… GOD PLEASE HELP ME !
“ Aku mencoba joging… “ Haruna menundukan wajahnya yang
memerah.
“ Hah ? “ wajah Taki kaku tercengang.
Tunggu-tunggu Joging
memalukan… ? apa yang memalukan dari Joging ?
“ Ha… Ha… Haruna sepertinya tidak ada yang memalukan dari
Joging...“
“ Tapi itu memalukan untukku, karena aku tidak pernah
berolahraga sebelumnya selain di luar sekolah “
Tapi kalau di ingat-ingat
Haruna selalu pingsan saat jam olah raga di sekolah.
“Haruna… “
“ Y… Ya… “ Haruna melihat ke arah Taki.
“ Jangan-jangan kamu pingsan saat Joging ? “
“ Tentu saja tidak ! “ Haruna melihat ke arah Taki dengan
pipi yang di gembungkan.
“ Aaaaaaaa..a.a… anu aku minta maaf karena membentakmu Taki
“ Haruna menundukan wajahnya lagi.
“ Jadi apa yang membuatmu malu tentang Jogig ? “
“ Sebenarnya… ini pertama kalinya aku joging selain di luar
sekolah… “
“ lalu… “
“ Saat aku berlari sebentar dari rumah kepalaku mulai
pusing dan aku mulai kehabisan nafas setalah itu aku duduk di pinggir jalan
untuk istirahat tetapi istirahtku lebih lama dari pada aku mulai Joging “
“ Ti… tidak perlu semalu itu kan ? “
“ Tentu saja memalukan ! aku baru saja joging selama 1
menit dan sekarang masih istirahat samapai 1 jam lebih “ lalu Haruna menujuk
sebuah rumah yangan tangan kanannya yang berjarak kurang lebih 10 meter.
“ Itu… Itu rumahku ! “ Haruna menutup wajahnya dengan kedua
tanganya.
Eh serius !? dia sudah
mulai kelelahan meskipun baru saja keluar dari rumahnya yang tidak lebih dari
10 meter.
“ Pffft… “ Taki menutup mulutnya sambil melihat Haruna
Haruna melihat ke arah
Taki.
“ Huhahahahahah… ” Taki tertawa lepas sambil memegang
perutnya.
“ Ta… ki… jangan teretawan ! “ Haruna sambil memukuli dada
Taki
“ Huahahahah… Aduh… perutuku sakit… Pffft… Hahahahahahah… “
Taki tidak dapat berhenti tertawan
“ Taki ! hentiakan ! “ Haruna mengayunkan botol miumannya
ke wajah Taki.
Kelpala Taki terkena tiang
listrik setelah terkena pukuklan botol Haruna.
“ Argh… karma ganda… “ Taki terduduk sambil tangan kanannya
memegang wajahnya dan tangan kirinya memegang belakang kepalanya.
Haruna telihat panik dan ingin
menolong Taki tetapi Haruna membatalkannya dan langsung berdiri tegak sambil
menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan memalingkan wajahnya dari
Taki.
“ Huhh… I I itu namanya karma karena menertawakan orang
lain “ Haruna mengintip ke arah Taki.
“ Maaf… maaf… “ Taki langsung berdiri sambil mengusap
belakang kepalanya.
“ Tapi Haruna… kenapa kamu tiba-tiba ingin berolah raga ? “
“ Em… sebenarnya… aku termotivasi “
“ Termotivasi ? “
Haruna langsung memandang
Taki dan menunjuk ke arah Taki.
“ Karena dirimu… “
“ Karena Diriku… ? “ Taki terdiam mendengar perkataan
Haruna.
Haruna menurunkan tangannya
lalu menggengagam kedua tangannya di bawah perutnya.
“ Sebenarnya hampir setiap hari aku melihatmu berolah raga,
aku selalu memperhatikanmu lewat kamarku dan ini sudah satu tahun sejak aku
melihatmu, kamu tidak pernah absen sedikitpun untuk berolahraga pagi dan aku
sangat mengaguminya, dan kamu bahkan berhasil menjadi Ace di tim basket dalam
setengah tahun karena kamu terus berusaha lebih dari siapapun “ Haruna lalu
menundukan kepalanya.
“ Aku sangat payah… karena aku selalu mengeluh untuk olah
raga dan selalu fokus untuk belajar membuatku merepotkan semua orang saat jam
olahraga, melihatmu berubah karena berusaha itu memberiku semangat untuk merubah
diriku dan aku ingin seprtimu dapat di andalkan dan tidak ingin merepotkan
orang lain “ Haruna perlahan meneteskan air mata.
Dia melakukan ini karena
melihatku…
Taki mengangkat wajah
haruna dan mengusap air mata dari wajah Haruna.
“ Memang baik untuk tidak merepotkan orang tapi kamu tidak
bisa melakukan hal yang sangat gegabah seperti ini, kamu sendiri sadar bahwa
kamu memliki tubuh yang lemah dan kamu memaksakannya… bagaimana jika kamu
pingsan di jalan dan tidak ada yang menolongmu ? semua orang pasti akan khwatir
dan kerepotan “
“ Tapi aku ingin berubah seperti dirimu ! “ Haruna melihat
mata Taki sambil menangis
“ Maka dari itu aku akan membantumu untuk mencapai
tujuanmu… “ Taki mengusap airmata di Wajah Haruna dengan kedua tangannya.
“ Eh !? “
“ Aku pernah merepotkan para senior karena aku terlalu
memaksakan diri dan mereka membantuku hingga menjadi diriku yang sekarang ini
dan sekarang giliranku untuk membantu mu hingga tujuanmu tercapai “
Haruna lalu melekatkan
wajahnya ke dada Taki.
“ Kamu janji… “
“ Ya… aku janji “ Taki mengusap kepala Haruna.
Haruna langsung melihat ke
arah Taki dengan senyum lebah di dan mata yang berkaca-kaca di wajahnya.
Taki lalu mengantar Haruna
higga sampai di depan rumahnya.
“ Besok… aku akan ke sini jadi tunggu saja di depan
rumahmu… “
“ Em… baiklah Darling ! “ Haruna langsung memasang hormat
kepada Taki.
“ Eh Darling… !? “ Taki tercengang mendengar Haruna.
Wajah Haruna lalu memerah
dan mulai panik.
“ Anu… Darling bu bukan maksudku Gu… guru bu bukakn juga !
yang ku maksud Pelatih! Mohon bantuannya ! “ Haruna lalu membungkukan badannya.
“ Da… Darling… !? “
“ Sudah kubilang bukan itu maksudku !!! dasar Taki bodoh !
“ Haruna langung masuk ke rumahnya.
Taki sedang berjalan menuju
rumahnya dengan sepeda.
“ Da… Darling… dia mengatakan hal yang blak-blakan seperti
itu… Kyah ! meskipun dia tidak sengaja mengatakannya itu tetap membuatku sangat
senang ! “ Taki mulai megayuh sepeda dengan senangnya.
“ Eh jangan-jangan aku sudah mendapatkan Flag[1]
nya Haruna !? jika begitu aku tinggal menaikan Love Meter[2]
Haruna hingga maksimal… Baiklah sebuah sorakan untuk diriku Hip hip HOURA !!! “
Setibanya di rumah Taki
memarkirkan sepedanya dan melihat ke arah rumah.
Ha… seperti biasa aku harus
menyiapkan mental untuk memasuki rumah sendiri, jika kalian bertanya kenapa
alasannya yah mungkin kalian bisa melihatnya sendiri.
Di saat Taki membuka pintu
rumah Saki langsung melompat ke arah Taki.
“ Kakak ! Hiks… Tatsuya… dan hiks… Yu… ki… “ Saki memeluk
Taki dengan wajah yang penuh dengan air dari mata hingga hidung.
“ Sa… Saki ada apa ? ada apa Tatsuya dan Yuki ? “ Sambil
mengusap kepala Saki
“ Hiks… mereka menyakiti Tuan Putih ! “ Saki mengelapkan
wajahnya ke dada Taki
Tuan Putih ? ah… aku baru
ingat Saki mempunyai boneka kelinci yang dia namai tuan putih.
“ Baiklah baiklah aku akan menyelamatkan tuan putih “
“ Cepat ! sebelum tuan putih mati ! “ Saki langsung menarik
Taki ke dalam rumah.
“
Ha… seperti biasanya… “
Keadaan dalam rumah seakan
seperti medan perang di pagi hari Tatsuya dan Yuki berebut menggigit boneka
kelinci milik Saki, Saki yang tidak berhenti menangis sambil memeluk kaki Taki,
Yosuke berlari-lari tanpa memakai pakaian dan Mana dan Nana yang mengejarnya
untuk memakaikan pakaiannya, Sakura yang bersusah payah mencoba menyuapi
Hotarun yang tidak ingin makan sayur, Hajiri yang sarapan berdiri di depan TV
menonton anime pahlawan pagi dan terus bergerak mengikuti gerakan karekter TV
sambil makan, Haruka dengan angunnya minum susu di cangkir mewah dan seakan
tidak mempedulikan sekitarnya dan Tante Youriko yang tergeletak di lantai
seperti orang mati.
Jika begini terus mereka
akan terlambat untu masuk sekolah, saatnya aku harus melakukan hal yang paling
melelahkan.
Taki memukul pintu dengan
keras.
“ JIKA KALIAN TERUS BERMAIN KALIAN SEMUA AKAN TERLAMBAT
SEKOLAH !, DAN JIKA KALIAN SAMPAI TERLAMBAT… AKU… AKAN… MEMBUAT… KALIAN…
MENYESAL… KARENA TERLAMBAT… “ Taki mengatakan dengan wajah marah.
Semua seketika terdiam dan
hening.
Taki lalu mengusap dahinya
dan menahan tersenyum dengan wajah marah.
Nah… beginikan bagus kalau
semuanya dapat tenang setalah pulang kerja rasanya sangat tentram.
Saki tiba-tiba melepas
pelukannya dari kaki Taki dan berlari ke arah Haruka lalu bersembunyi di
belakang di mana Haruka duduk.
Em… kenapa rasanya jadi
cangung begini… ? kenapa semuanya masih terdiam?
“ Hiks… HUAHHHHHHHHH… “Saki tiba-tiba menangis sangat keras.
Yuki dan Tatsuya pun ikut
menangis dan merangkak ke arah bibi Yuriko, Yosuke berlari ke arah Mana dan Nana lalu menangis
sambil memeluk mereka berdua Mana dan Mana tanpa berkata apa-apa memakaikan
baju Yosuke sambil membawa Yosuke menjauh dari Taki, Hajiri dengan wajah mereh
menahan menagis berdiri di depan bibi Yuriko, Yuki dan Tatsuya untuk melindungi
mereka, Hotarun menangis dan membuang semua sayur yang ada di piringnya
sedangkan Sakura berhenti menyuapi Hotarun lalu mengusap kepala Hotarun tanpa
berkata apa-apa, Haruna yang tenangpun tanganya gemetar saat ingin meminum
minumannya, dan bibi Yuriko yang terliha mati melihat ke arah Taki dengan wajah
kecewa lalu menggelengkan kepalanya dengan perlahan.
[30 Menit Kemudian]
Akhirnya untuk menghentikan
tangisan mereka aku bersujud selama 30 menit sambil menangis… Ah… betapa
menyidihkannya diriku. Jangan pernah membuat anak-anak menangis… atau… kamu
sendiri yang akan menangis… tertanda Taki….
Setelah selesai
bersih-bersih rumah Taki memakai seragam sekolahnya dan mengecup dahi Tatsuya
dan Yuki.
“ Dada… Tatsuya dada… Yuki jadi anak yang baik jangan
merepotkan bibi Yuriko “ Sambil mengelus kepala Tatsuya dan Yuki.
Tatsuya dan Yuki tetrtawa
senang.
“ Taki… apa kamu tidak ingin mengecup bibimu ini … ? “ bibi
Yuriko mengatakan dengan nada menggoda dan memasang bibir nya ke arah Taki
sambil menutup matanya.
“ sadar umur “ Taki mensentil bibir bibi Yuriko dengan
sekuat tenaga.
“ Aaa ! aduh gigiku kena… “ bibi Yuriko memegang mulutnya
yang ke sakitan.
“ Mooo… Taki kejam… “ bibi Yuriko mengedipkan matanya ke arah
Taki
Taki lalu menyiapkan
ancang-ancang ingin menyentil mata bibi Yuriko dan bibi Yuriko dengan sekuat
tenaga menahan tangan Taki.
“ Bercanda bercanda bercanda… “
“ Baiklah… bibi tolong jaga jaga Tatsuya dan Yuki… “
Taki melambai ke arah
mereka sambil keluar rumah.
Seperti biasa aku selalu
pergi ke sekolah paling terakhir ya… alasannya simpel bersihkan rumah
secepatnya jadi saat pulang tidak ada kerjaan tambahan. Em… jika kalian
bertanya siapa mengantarkan anak-anak yang paling kecil ya jawabannya anak-anak
yang paling tua yang mengantarkannya. Sakura dan Haruka mengantarkan Hotarun
dan Yosuke karena SMP mereka satu arah dengan Taman Kanak-Kanak jadi tidak
merepotkan sedangkan Mana, Nana, Hajiri dan Saki mereka berjalan bersama karena
satu Sekolah Dasar. Biasanya saat aku mulai keluar rumah sekitar 20 menit
sekolah akan di mulai dan perjalananku ke sekolah sekitar 25 menit berjalan
tetapi dapat di potong dengan berlari menjadi 10 menit. Ya bukannya
sombong tetapi aku termasuk pelari
paling cepat di sekolahku. Tapi biasanya aku bisa hampir terlambat jika bertemu
satu masalah, bisa di katakan sering bisa juga di katakan jarang em… jadi
sering-sering jarang begitu.
“ TA… KI…!!! “ seseorang perempuan memanggil Taki dari
sebrang jalan.
Nah ini yang ku sebut
masalah Makoto Nio.
Nio melihat ke kiri dan ke
kanan lalu menyebrang sambil melambai ke arah Taki.
“ Taki… !!! “ Nio lalu memukul pundak Taki.
“ Ha… kenapa coba… “ Taki menghela nafasnya.
“ apa maksudmu kenapa… ? “ Nio memasang wajah curiga sambil
menusuk pipi Taki dengan jarinya.
Makoto Nio seorang Idola yang sedang naik daun sifatnya yang
periang dan berteman kepada siapa saja dan paling benci namanya diskriminasi.
Hebatnya jika dia masuk ke dalam sebuah pembicaraan pasti dia dapat mengikuti
alurnya meskipun apapun topiknya. Ya bisa di katakan aku dan Nio adalah teman
masa kecil kami sering bermain bersama. Jika kalian berfikir cinta tumbuh dari
pertemanan masa kecil kami kalian salah besar… karena dia dulu tidak semanis
ini, gimana ya cara mengatakannya dia itu dulu seperti laki-laki tidak
mempedulikan penampilan, nakal dan bisa di katakan tipe anak hutan… LIAR!. Dan
sekarang kalian pasti ada yang berkata “ bukankah itu sesuatu yang menyenangkan
berteman dengan gadis super tomboy dan sangat dekat denganmu !? “ atau “ Dasar
bajingan beruntung ! kalian pasti pernah melakukan ini dan itu kan !? “ jika
yang kalian maksud berenang bersama dan tidur bersama ya memang pernah…. Memang
saat berenang dia sering membuka bajunya tetapi tidak pernah membuka celananya…
dan kalian pasti akan mengatakan
“ DASAR BODOH! TIDAK PEKA! “ DASAR PARA MANIAK KURANG AJAR ! TIDAK
ADA DI DUNIA INI ANAK KECIL YANG BERPIKIRIAN MESUM. Sedangkan… maksudku dulu
dadanya tidak sebesar ini dan ukuranku dan miliknya sama saat kami masih kecil
!. Tapi kami berpisah saat lulus Sekolah Dasar keluarganya harus pindah karena
urusan pekerjaan dan aku baru sadar bahwa dia seorang perempuan saat kami
bertemu kembali karena masuk SMA yang sama itu pun jika bukan dia yang
mengingatkan pertama kali. Karena hal itu dia sering mengejekku tidak peka karena
tidak menyadarinya bahwa dia seorang perempuan. Wew… akupun terpesona
melihatnya yang sekarang ini tapi aku mungkin akan lebih menyukukainya jika
mulutnya bisa di sama ratakan dengan penampilannya yang manis dan ceria. Tapi
uniknya dia hanya berbicara kasar saat ada aku di dalammnya mungkin karena aku
adalah bahan hinaannya atau teman kejahatannya saat masih kecil.
“ Taaaki… kenapa kau melamun ? “ Nio mencubit pipi Taki
dengan kedua tangannya.
“ Tidak ada, aku hanya memikirkan betapa langkanya aku bisa
berteman dengan manusia jenis menyebakan sepertimu “
Nio melompat ke arah Taki
dan menyundul dagu Taki dengan kepalanya, tidak lama kemudian Nio duduk jongkok
dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
“ Jangan pikir kamu bisa melakukan Trik lama seperti itu
kepadaku terus-menerus, aku sudah melatih seluruh bagian tubuhku selama satu
tahun ini agar kebal dari setiap serangan dadakan yang kamu lakukan setiap saat
dan … “
Seketika Nio memukul
selangkangan Taki.
“ Argh… “ Taki seakan berhenti bernafas.
Pikiran Taki mulai putih
dan dia merasakan dia menuju ke suatu tempat.
“ Eh… dimana aku !? “ Taki melihat ke arah kiri dan kanan.
Sepanjang yang dia lihat
adalah tempat putih dengan gelembung besar transparan di sepanjang mata
melihat.
“ Gelembung apa ini ? “ Taki memegang salah satu gelembung.
Tiba-tiba di
selangkangannya terasa sengatan kecil listrik.
“A…haaaaaaaaaa….. “ wajah Taki mulai memerah.
Tiba-tiab di dengannya
terdapat boneka beruang berwarna pink.
“ Wah… manis sekali… “ Taki langusng memeluk boneka beruang
tersebut dengan gemasnya.
Setelah itu Taki memegang
banyak sekali gemebung dan sengatan kecil listrik bertubi-tubi terkena
selangkangannya.
“ Aaaaaaaahhhhhh… I’m in Paradise… “ Muka Taki sengat mereh
dan mengelegkan kepalanya seakan sangat
merasa nikmat.
Lalu muncul berbagai benda
dari pita berwarna, aksesoris berkilau, bunga dan banyak barang imut lainnya.
“ Kyaaa… semua barang ini sangat manis dan imut mengkin ini
namanya surga… “ Taki dengan senangnya memakai semua barang tersebut”
Tiba-tiba Taki tersengatan
listrik kecil di kepalanya.
“ Hah !? aneh sejak kapan akau menyukai barang-barang
seperti ini? “
“ Taki “
Seseorang memenggil Taki
dari belakang, lalu Taki menoleh ke arah tersebut dan dia sangat terkejut
melihat dirinya sendiri yang bertelanjang badan dengan kotak hitam mengabang di
sekitar selangkangan dengan bertulisan “JANTAN”.
“ Taki… ini mungkin sudah saatnya kita berpisah… “
“ A Apa maksudmu !? dan siapa kamu !? “
“ Aku adalah dirimu dan kamu adalah diriku… “ Kembaran Taki
lalu mengangkat kedua tangannya ke atas.
“ Apa yang kau katakan !? “
“ Aku adalah dirimu yang lama dan sekarang aku di sini
untuk membimbingmu untuk hidup ke dunia… “
Kelmbaran Taki merentangkan tangannya.
“ Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud ! Jelaskan siapa
dirmu !? dan kenapa kamu berwujud seperti diriku !? “
“ Aku adalah Taki Jantan aku adalah dirimu yang dulu dan
kamu adalah Taki Betina wujudmu yang baru… “ Taki jantan lalu menunjuk ke arah
Taki.
Saat Taki melihat ke arah
dirinya dia sudah tidak berpakaiaan dan terdapat kotak hitam mengambang di
depan selangkangannya dan bertulisan “ BETIINA “.
“ Ada apa ini… !? “ Taki lalu melihat ke arah
selangkangannya yang di tutup oleh kotak hitam.
“ hilang… ?, AKU KEHILANGAN RAJAWALIKU !!! “
Dari atas terdapat cahaya
yang turun mengenani Taki dan perlaham mengangkatnya ke atas “
“ Sudah saatnya… sudah saatnya untuk diriku menghilang
wahai teman lama… aku berdoa semoga Dewa Kamasuta dapat mengambulkan kenikmatan
hidup barumu “ Taki jantan melambai ke arah Taki.
“ Tidak… tidak… TIDAK !!! JANGAN TINGGALKAN AKU TAKI JANTAN
!!! AKU TIDAK DAPAT HIDUP TANPAMU !!! “ Taki mencoba meraih Taki jantan.
“ Selamat tinggat wahai sahabat… “ Taki jantan melambai
sambil tersenyum kepada Taki.
Perlahan semua mulai putih
dan menghilang perlahan.
“ TIDAK !!! “
Tiba-tiba Taki membuka
matanya dan bangkit seketika yang di depannya terdapat Nio.
“ FUCK !!! “
“ FUCK !!! “
Taki kesakitan dan memegang
kepalanya dan Nio kesakitan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Tanpa
pikir panjang Taki melupakan kesakitannya lalu melihat dan memegang
selangkangannya.
“ Huh… Rajawaliku ternyata masih ada “ Taki mengusap
dahinya.
Taki lalu melihat Nio yang
terus memegang kepalanya dan tidak berkata apa-apa.
“ Nio… ayolah ! Tidak mungkin sesakit itu kan !? dimana
kekuatan wanita liar milikmu !? “ Taki mengatakannya dengan nada bercanda.
Tetapi Nio tidak berkata
apa.
“ Ni… Nio… ? “ Taki mulai khawatih melihat Nio.
Saat Taki ingin melihat
wajah Nio tiba-tiba Taki melihat air mata yang menetes dari dagu Nio.
“ Ni… NIO ! Ke… kenapa…!? Hei apa kau baik-baik saja !? “
Taki lalu mengusap pundak Nio.
Nio langsung melihat ke
arah Taki dengan wajah marah dan mata merah yang meneteskan air mata, Nio
langsung memukul wajah Taki hingga Taki Terbaring.
“ Kenapa !? Kenapa kamu malah pingan !? “ Nio memukul dada
Taki dambil menagis sangat keras.
“ Aku kira karena diriku… karena diriku lagi… kamu tidak
akan membuka matamu lagi seperti dulu… “ Nio berhenti memukul dada Taki dan
medekatkan wajahnya ke dada Taki.
Ah… mungkin karena aku
pingan dia mengingat traumanya dulu saat kami maish kecil.
Taki lalu mengusap kepala
Nio.
“ Booo…Doh… Kan aku pernah mengatakan padamu… aku ini abadi
tidak mungkin akau bisa mati “
Sepertinya aku harus memaafkannya
karena mumukul Rajawaliku, sejak dulu memang selalu begitu entah kenapa aku
tidak tahan melihat Nio terus menangis.
Taki perlahan bangkin
sambil memeluk Nio.
“ Sudah… Tidak perlu di khawatirkan lagi… aku baik-baik
saja “ Taki sambil mengelus kepala Nio
“ Hiks… Apa kamu bersungguh sungguh ? “ Nio bebicara dengan
suara yang kecil di dada Taki.
Dengan lembut Taki menekan
kepala Nio ke dadanya.
“ Apa kamu bisa mendengarnya ? “
Nio mendengar detak jantung
Taki yang berdetak lembut.
“ Sudah ku bilang aku ini abadi… Tidak mungkin aku bisa
mati dengan mudah seperti janjiku dulu “
Perlahan Nio memperlihatkan
wajahnya yang masih memerah kepada Taki.
“ Kamu masih ingat janji itu ? “
“ Ya… aku masih mengingatnya… ayo kita kesekolah jika kita
berlama-lama begini kita berdua akan terlambat “
“ Em… “ Nio menganggukan kepalanya sambil mengusap maanya
dangan legan bajunya.
Ini adalah tontonan yang
sangat jarang melihatnya seperti ini membuatku merasa sangat senang karena dia
masih memiliki sifat kewanitaannya yang sangat langka di tunjukan kepadaku,
sejak pertama kali akau bertemu dengannya lagi mungkin ini yang kedua kalinya aku melihatnya
begini.
“ Oh ya Nio sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri ? “
“ Em… Sekitar 15 menit “
“ 15 MENIT !!!??? kita
harus lagi sprint untuk ke sempat ke sekolah ! Nio Ayo ! “ Taki melihat ke arah
Nio.
“ Ni…Nio kita sudah terlambat kenapa kamu masih duduk…? “
“ Aku tidak bisa berdiri… “
“ Hah …!? Apa !? “
“ Sudah ku bilang aku tidak bisa berdiri !!! “
“ Ke… kenapa ? “
“ Kakiku terkilir saat aku mencari bantuan di sekitar sini
saat kamu pingsan “
“ Heh… “
Sudah tidak aku tidak ingin
membahasnya terlalu lama, jika aku dan Nio masih terus di sini maka kami berdua
beneran akan terlambat.
Taki langsung menggendong Nio
di pundaknya.
“ Pegangan yang erat ! Aku tidak akan berhenti sama sekali
sebelum kita sampai di sekolah ! “
“ Em… “ Nio memeluk Taki dengan sangat erat sambil
tersenyum.
“ Here We GO !!! “
Taki berlari seperti Ninja
di dunia moderen.
Taki terus berlari hingga
mendekati gerbang utama sekolah mereka, di saat saat yang sama di depan telah
berdiri guru yang ingin menutup gerbang.
“ Sial jika begini kita berdua tidak akan masuk ! Nio tutup
matamu ! “
“ Eh !? apa maksudmu !? “
“ Lakukan saja ! percayalah padaku ! “
“ Ba-baiklah… “ Nio menutup matanya
Taki lalu memindahkan Nio
dari pungungnya ke kedua tangannya.
“ Taki… !? apa yang kau lakukan !? “ badan Nio mulai
gemertar sambil terus menutup matanya.
“ Percaya saja ! Baiklah Satu… Dua… Tiga… “ Taki langsung
melempar Nio ke Udara melewati gerbang.
Nio langsung membuka
matanya dan menyadari bahwa dia telah di atas udara.
“ TAKI !!! “
Taki langung melompati
pagar sebelum di tutup, gurupun tercengang melihat Nio yang dia atas udara dan
Taki yang melompat pagar tepat di atasnya.
“ Tenang aku akan menagkapmu ! “
“ JIKA SAMPAI LEPAS AKAN KU BUNUH KAU TAKI ! “
Taki mendarat ke tanah
sambil berguling dan seketika berdiri dan menadahkan kedua tangannya, Nio
mendarat tepat di atas tangan Taki tanpa Taki melihat kemana Nio jatuh.
“ Lihatkan aku berhasil “ Taki sambil tersenyum sombng
melihat ke arah Nio.
Wajah Nio memerah dan
memasang wajah kesal, Nio langsung mencekik Taki tanpa berkata-kata.
“ Ni ni ni Nio… ja…Jatuh ! “
Taki tidak bisa menjaga
keseimbangannya dan terjatuh ke arah depan, sebelum jauh ke tanah Taki
memutarkan badannya membuat dirinya sebagai matras agar Nio tidak terluka.
“ Sudah ku bilangkan Jatuh…”
Nio berbaring di atas dada
taki tanpa melihat ke arah wajahnya.
“ terimakasih… “ Nio menyembunyikan
wajahnya yang memerah dari Taki.
“ Hah ? apa kamu mengatakan sesuatu ? “
“ Ti Tidak ada ! “ Nio sambil memukul dada Taki
“ Urgh ! “
Perlahan Taki menyadari
bahwa mereka berdua di lihat satu sekolah dari jendela-jendela kelas.
“ Ni… Nio sebaiknya kita segera berdiri… “
“ Sebentar lagi kakiku masih sakit, nemangnya kamu masalah
jika aku berbaring di sini ? “
“ Eh… untukku tidak masalah tapi yang akan bermasalah
adalah kamu Nio… “
“ Em… apa maksudmu ? “
“ Kamu bisa melihatnya sendiri “
Tiba-tiba Nio mendengar
suara ricuh.
“ Taki akan ku bunuh kau nanti ! “
“ Kyah… seperti film cinta ! “
“ Tidak !!! Nona Nio !!! kenapa anda bersama sampah
tersebut ! “
“ Kyah… aku juga ini seperti itu ! “
“ Semua pasangah harus musnah ! “
“ Fuck ! aku iri sekali ! “
Nio langsung mengangkat
kepalanya dari dada Taki dan melihat ke arah gedung sekolah dan tenyata semua
orang melihat mereka berdua, wajah Nio memerah degan tubuhnya yang membeku
seketika. Guru yang menjaga gerbang langsung datang menghampiri Taki dan Nio.
“ Kalian berdua… sekarang ke ruang guru… “
“ Ba…Baik… “
“ Ba…Baik… “
[1]
Flag adalah penanda Event di mana tokoh utama mendapatkan pertanda bahwa sang
wanita/pria yang dia sukai menunjukan tanda-tanda bahwa dia menyukai tokoh
utama. ( Biasanya di gunakan dalam game Galge atau Eroge ).
[2]
Love Meter adalah tinggat perasaan Karakter Wanita/Pria kepada Tokoh utama (
Sering di gunakan dalam Game Romance ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar