-Revange -
Author : Dodi Darma Setiawan
Opening : ?
Ending : ?
Synopsis
Kebencian,
dendam dan amarah adalah hal yang kurasakan dari orang yang ada di sekitarku,
aku tidak tau mengapa aku di perlakukan seperti ini. Aku juga tidak tau
menggapa aku harus menjalani hidup ini. Hidup di dalam dunia kesendirian akibat
orang lain bukanlah pilihanku. Itu adalah kesalahan mereka dan mengapa aku yang
harus menggung semuanya. Sekian lama hidup dalam kebencian tanpa alasan
membuatku merasa kesal dan marah. Aku akan membalas mereka yang telah membuatku
sengsara, aku akan membuat mereka merasakan kepedihanku dan aku akan membuat
mereka merasakan REVANGE.
Character :
Andy Batsada ( Tokoh Utama )
Anak
belasteran Jerman dan Russia memiliki warna rambut cokelat dengan sedikit warna
merah di ujung rambutnya, mata berwarna merah, warna kulit yang sangat putih
bahkan lebih dari perempuan pada umumnya. Rambutnya panjang hingga menutup mata
kirinya dan hampir menutup mata kanannya. Selalu membawa kacamata yang berwarna
agak biru gelap jika di pakainya matanya akan terlihat berwarna hitam. Tidak
suka melihatkan matanya karena sejak kecil orang-orang takut melihat matanya
yang ber warna merah seperti mata setan. Sangat lemah dalam bidang olah raga
tetapi sangat pintar dalam mata pelajaran apapun.
Chapter 1
Fall Into Aloneness
Part 1
Namaku Andy
batsada aku adalah anak belasteran Jerman dan Russia aku sudah mengenal cinta
sejak kelas 3 SD, mungkin itu wajar karena sejak dulu aku selalu merasakan
dadaku berdebar-debar dengan teman masa kecilku. Pertama kalinya itu aku hanya
merasakan rasa hangat seorang sahabat tetapi semakin lama aku merasakan aku
ingin menjadi seseorang yang lebih dari sekedar sahabat bagi dirinya. Semenjak
pertamakali aku merasakan perasaan ini aku mencari sebenarnya apa yang
kurasakan, aku pernah mendengar ini dari film “ rasa perasaan tertarik terhadap
lawan jenis itu dimiliki oleh semua manusia , tetapi tetapi rasa untuk
mengungkapkan perasaan itu kepada lawan jenis hanya di miliki bebera orang yang
menginginkan perubahan itu lah yang namanya Cinta “.
Sudah 2 tahun semenjak aku merasakan perasaan itu, dan
sekarang aku mengumpulkan semua keberanianku untuk menulis sebuah surat cinta
dan surat ini akan ku masukan kedalam loker sepatu teman masa kecilku Aiko
Himeragi. Keesokan harinya aku datang ke sekolah pagi-pagi buta agar aku dapat
memasukan surat ini ke dalam loker sepatu Aiko sebelum semua murid datang.
“ sekarang
aku sudah sampai sampai sekolah, tapi kenapa ini masih seperti malam “ aku
berbicara sendiri.
Lalu aku melihat jam tanganku dan berapa terkejutnya
aku.
“
MASIH JAM 3 PAGI !!! “ aku teriak keras sekali
Aku merasa sangat bodoh datang sepagi ini, lalu aku
mengingat kemarin malam.
[ Flash Back ]
Pukul 07:00 P.M
Aku sedang duduk di meja belajarku dengan sebuah pena
di tangan kananku dan beberapa lembar kertas di depanku.
“ baiklah
sekarang aku akan membuat sebuah surat cinta kepada Aiko, dan aku akan
membuatnya terkesima dengan isi suratku ini “ dengan sangat percaya diri aku
mengatakan hal tersebut sambil memegang rambutku di antara sela sela jari
tangan kiriku dan menunjuk penaku kearah dinding.
Lalu aku melihat kearah kanan dan melihat diriku di
cermin. Aku terdiam beberapa detik dan aku menyadari satu hal, betapa menjijikkannya
aku berpose seperti itu. Tanpa sepatah katapun aku kembali ke posisi semula
menghadap kertas yang ada di depanku.
“ jadi
sekarang surat apa yang harus aku tulis… “ sambil menggaruk kepala aku melihat
kertas di depanku
“ Emmm….. “
aku berpikir dengan keras sambil mearuh pena di atas bibirku.
Pukul 09.00 P.M
[ BRAKKK ]
“ TIDAK
MUNGKIN SURAT INI BISA TERISI JIKA AKU TERUS BERPIKIR !!! “ aku memukul meja
dengan kerasnya.
Lalu aku kembali ke posisi semula
“ Baiklah…
Aku akan menulis apapun yang keluar dari otakku, dan akan kupilih mana yang
paling bagus “ dengan semangat yang membara aku mengatakannya.
Dari Andy
kepada Aiko
Pada suatu hari aku datang dari
sebuah negri besar, tiada yang ku kenal di kota yang asing ini. Saat aku
berkeliling tiba-tiba aku menabrak dirimu yang sedang bermain sendiri. Saat
kamu terjatuh kamu mulai menagis aku berusaha meneangkanmu dengan Bahasa yang
tidak pernah kamu dengar sebelumnya….
[SREKKK]
Aku merobek kertasku
“ INI BUKAN
CERITA !!! JIKA BEGINI INI TIDAK AKAN MENJADI SURAT MELAINKAN BUKU !!! “ aku
marah kepada diriku sendiri
Dari Andy
kepada Aiko
Mawar itu merah langit itu biru…
[KREKKK]
Aku meremuk kertasku dengan kuat
“ AKU
BUKAN PENYAIR !!! “ Aku menatap keras
tulisan jelek itu
Dari Andy
kepada Aiko
I LOVE YOU !
[DARRR]
Aku meninju kertasku dengan sangat kuat
“ TERLALU
LANGSUNG KE INTINYA !!! “ aku teriak sampai nafasku terengah-engah
Dari Andy
kepada Aiko
Namaku I masalahku LOVE dan
solusinya YOU
[JERBB]
Aku menusuk surat itu dengan penaku
“ TIDAK ADA
BEDANYA DENGAN YANG SEBELUMNYA !!! ” aku berteriak sambil mengepal kedua
tanganku.
Dari Andy kepada Aiko
Aku tau kamu naksir aku…
[DUARRRRRR]
Aku menghantam kertasnya dengan bangkuku
“ PEDE BANGET
LO !!! “ Dengan nafas yang sangat berat aku berteriak dengan sekuat tenaga.
Pukul 11.00 P.M
Aku hanya tergelatak di lantai seperti orang yang
terkena tabrak lari bersama dengan kertas-kertas yang penuh dengan dengan tulisan-tulisan
tidak berguna.
“ Kenapa…?
kenapa…? Kenapa semua yang ada dikepalaku semuanya tidak ada yang beres !? “ aku berlutut sambil melihat tumpukan kertas
itu.
Lalu aku berbaring sebentar di kasurku dan memikirkan
bagaimana aku harus menulis surat cinta ini.
“ Bagaimana
ini aku sangat tertarik dengan Aiko, tetapi bagaimana cara mengungkapkan
perasaanku yang sesungguhnya di selembar kertas ini “ aku berkata dalam hati
sambil melihat tangan kananku.
“ Andai saja
aku mempunya ide “ aku menghela nafas
Tiba-tiba aku mendapat sebuah ide, bergegas aku
kembali ke mejaku dan membuka laptopku.
“ Ide… Ide
bisa dengan mudah ku cari di internet, semua ide dari seluruh dunia bisa dengan
mudah ku dapatkan di internet “ merasa dapat pencerahan dengan semangat aku mencari
sebuah ide yang dapat membantuku di internet.
Pukul 12.00 P.M
Satu jam aku mencari di internet tidak menemukan
sebuah ide untuk menulis surat ini. Aku menaruh daguku ke meja dan tetap
melihat ke layar laptop, masih berharap akan ada sebuah jawaban di sana. Tidak
lama kemudian melihat kumpulan kata bijak dan itu berasal dari film yang pernah
memberi tauku apa itu cinta. Di sana terdapat sebuah tulisan yang membuatku
berpikir berkali-kali.
“ Sebuah perasaan sejati tidak akan bisa
tersampaikan melalui sebuah perantara… “ itu adalah sebuah kutipan dari film
yang itu.
“ Jika begini
perasaanku tidak akan tersampaikan kepada Aiko… “ dengan pandangan yang sangat
focus aku melihat kearah monitor.
Setelah itu aku bersandar ke kursiku menghadap ke atas
sambil tersenyum
“
Perasaan sejati ya… “
[BACK TO PRESENT]
Dengan
perasaan yang tidak menentu aku berdiri di depan loker sepatu Aiko.
“ Berjuanglah
Andy kamu adalah seorang laki-laki “ aku menyemangati diriku dalam hati.
“ Ayo… Andy
yang perlu kamu lakukan hanyalah memasukan surat ini ke dalam loker sepatunya “
dengan badan yang gemetar aku terus menyemangati diriku sendiri dalam hati.
Beberapa kali aku terus menyemangati diriku sendiri
tetapi badanku tidak bergerak sama sekali.
“ Ayo… Andy…
kamu hanya perlu membuka kotak sepatunya dan menaruh suratnya kedalam sana “ dengan
tangaan kanan yang bergetar aku berusaha membuka kotak sepatunya.
Tiba-tidba tangan kiriku menggenggam tangan kananku
dengan kuat tanpa tau sebabnya.
“ ada apa ini
tangan kiri !?, jangan menghalangiku memasukan surat ini kedalam kotak sepatu
Aiko… “ aku merasa agak panik
Tangan kiriku bergerak dengan sendirinya aku sampai
kebingungan karenanya.
“ ada
apa ini… !? “ aku mulai sangat panik
Karena terlalu lama aku tidak sadar bahwa matahari
sudah terbit, dari kejauhan aku mendengar segerombolan anak-anak menuju ke
sini.
“Hah…
sudah jam segini “ aku langsung panik sambil melihat kearah luar.
Dalam hitungan detik adrenalinku naik dengan drastis
jantungku berdetak lebih cepat dari pada olahraga berat, seluruh badanku
menjadi ringan, kedua tangan dan kakiku bergerak sesuai instingku. Waktu terasa
sangat lambat dalam waktu kurang dari 0,5 detik surat itu sudah masuk ke dalam
loker sepatu Aiko dan aku sudah tidak berada di area loker sepatu.
“ Hah…
apa-apan itu tadi ? jangan-jangan tanga kiriku tidak bergerak karena kemarin
lusa aku menonton film horror tentang tangan kiri yang kerasukan setan, karena
panik tanganku bergerak sendiri seperti kerasukan… payah sekali diriku ini… “
sambil
menglah nafas aku melihat tangan kiriku.
Saat aku di kelas aku duduk di bangkuku dan melihat
kearah luar jendela yang mengarah ke Timur di mana matahari perlahan sedang
terbit.
Sorenya sehabis pulang sekolah aku menunggu Aiko di
belakang gedung olahraga di mana tempat yang ku janjikan untuk kami bertemu.
Aku menyandarkan punggungku ke tembok dan melihat ke bawah
“ mungkin
lebih baik begini… dari pada menyatakannya lewat selembar surat aku harus
mengatakannya langsung perasaanku ini kepada Aiko, jika tidak begini aku tidak
pantas menyebut ini sebagai perasaan sejati…“ perlahan aku memasang senyuman
kecil di wajahku.
10 menit kemudian Aiko datang menghampiriku
“ Andy… apa
kamu sudah lama menunggu ? “ dengan senyuman kecil yang manis Aiko memanggilku.
Dengan sapaan yang santai tetapi itu membuat perasaan
hangat di dalam diriku. Aiko Himeragi gadis yang memiliki Rambut hitam panjang
yang terurai hingga ke pinggangnya, bola mata berwarna hitam yang begitu
bercahaya dan kulitnya seputih salju.
Terlebih dari itu dia satu-satunya yang ingin berteman dengan diriku sejak
pertama aku datang ke negara ini, kebanyakan anak-anak takut dengan diriku
karena aku terlihat sangat berbeda dari anak lain dan mereka tidak mengerti
bahasa yang kugunakan saat pertama kali aku ke sini. Tetapi Aiko berbeda
meskipun aku di anggap aneh dan tidak mengerti Bahasa yang ku gunakan dia tetap
tersenyum dan mencoba terus bermain denganku. Bahkan hingga sekarang
orang-orang masih merasa agak aneh dengan diriku dan juga hanya Aiko yang
benar-benar peduli diriku.
“ Ah…
tidak ak…” belum selesai aku berkata-kata
“ A…
I… KO… !!! “ dari kejauhan suara anak perempuan memanggil
nama Aiko.
“ Fuyuki…
dan…, apa yang kalian lakukan di sini ? “ dengan wajah bingung Aiko bertanya
kepada temannya.
“ Kami
mengikutimu Aiko, ada yang bilang kamu jalan sendirian ke belakang sini karena
aku khawatir kamu kenapa-napa jadi aku mengajak teman-teman yang lain untuk
berjaga-jaga “ gadis bernama Fuyuki itu menjawab sambil tersenyum lebar.
Asagao Fuyuki seorang gadis berambut hitam pendek yang
terurai kurang dari pundak memakai jepit rambut yang berbentuk bel di kedua
sisi rambutnya dengan mata hitam. Meskipun mereka seumuran tetapi dia terlihat
seperti adiknya Aiko yang manja.
“ Aiko siapa
dia ? “ Dengan jari telunjuk yang di letakan di bagian bibir bawahnya Fuyuki
bertanya
Lalu dia tidak sengaja menatap mataku yang tidak
memakai kacamata
“ Ah…!? “ Fuyuki
terkejut
Setelah dia menatap mataku aku langsung menutup mata
kanan dengan tanganku lalu memakai
kacamatku sebelum orang lain melihatnya. Fuyuki adalah orang kedua yang melihat
mataku di sekolah ini. sebelumnya tidak ada yang mempedulikan diriku memakai
kacamata biru ini karena aku pernah bilang aku terkena penyakit mata.
Lalu jumlah orang yang datang bertambah banyak dan
berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki.
“ Andy
maafkan aku sepertinya ada banyak orang yang datang… “ Aiko membungkukan
badanya demi meminta maaf kepadaku
“ Aa… A… Ai…
“ tiba-tiba aku mulai merasa takut.
Badanku mulai gemetar karena mulai ketakutan dan aku
hanya melihat ke bawah tidak berani melihat wajah Aiko secara langsung.
Tiba-tiba anak-anak yang berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki mulai
berbisik-bisik dan tertawa sangat jelas mereka sedang mengira-ngira apa yang ingin
aku lakaukan.
“ Ai… ko…
se-se-sebenarnya ak-ak… “ aku beusaha keras sekali ingin mengatakannya.
Aku bahkan belum neyelesaikan perkataanku salah satu
anak yang berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki mulai berkata
“ Hei ! anak
setan ! sebelum kamu mengatakannya lebih baik kamu berkaca dulu sana !, Aiko
ketakutan melihat wajahmu itu ! “ anak itu dengan keras mengatakan hal itu
kearahku.
Wajar anak-anak mengtakan hal itu terhadapku dari
warna rambutku yang aneh dan aku yang selalu murung membawa hawa tidak nyaman
kepada mereka, membuat mereka memanggilku “ Anak Setan “.
“
Teman-teman… tidak baik menghina orang lain… “ Aiko merasa agak marah dengan
perkataan anak itu
“ Hei…
teman-teman sebaiknya kalian tutup mulut busuk kalian, kalian berani sekali membuat marak
Aiko dan mengganggu pembicaraan mereka berdua, jika kalian tidak menutup mulut kalian sekarang juga
maka aku yang akan melakukannya !!! “ Fuyuki dengan tatapan tajam menatap ke
arah teman-temannya seakan ingin menghajar mereka semua.
“maaf ya... mereka menggangu sekali... silahkan lanjutkan
yang ingin kamu katakan ke Aiko” tiba-iba nada bicara Fuyuki berubah drastis
dengan gaya manis seorang gadis manja dia meminta maaf.
Seakan-akan
dia memiliki dua kepribadian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar