Rabu, 24 Juni 2015

Revange Remake

-Revange -

Author             : Dodi Darma Setiawan
Opening          : ?
Ending             : ?

                        Synopsis
                Kebencian, dendam dan amarah adalah hal yang kurasakan dari orang yang ada di sekitarku, aku tidak tau mengapa aku di perlakukan seperti ini. Aku juga tidak tau menggapa aku harus menjalani hidup ini. Hidup di dalam dunia kesendirian akibat orang lain bukanlah pilihanku. Itu adalah kesalahan mereka dan mengapa aku yang harus menggung semuanya. Sekian lama hidup dalam kebencian tanpa alasan membuatku merasa kesal dan marah. Aku akan membalas mereka yang telah membuatku sengsara, aku akan membuat mereka merasakan kepedihanku dan aku akan membuat mereka merasakan REVANGE.


            Character :
Andy Batsada ( Tokoh Utama )
Anak belasteran Jerman dan Russia memiliki warna rambut cokelat dengan sedikit warna merah di ujung rambutnya, mata berwarna merah, warna kulit yang sangat putih bahkan lebih dari perempuan pada umumnya. Rambutnya panjang hingga menutup mata kirinya dan hampir menutup mata kanannya. Selalu membawa kacamata yang berwarna agak biru gelap jika di pakainya matanya akan terlihat berwarna hitam. Tidak suka melihatkan matanya karena sejak kecil orang-orang takut melihat matanya yang ber warna merah seperti mata setan. Sangat lemah dalam bidang olah raga tetapi sangat pintar dalam mata pelajaran apapun.















Chapter 1
Fall Into Aloneness
Part 1
            Namaku Andy batsada aku adalah anak belasteran Jerman dan Russia aku sudah mengenal cinta sejak kelas 3 SD, mungkin itu wajar karena sejak dulu aku selalu merasakan dadaku berdebar-debar dengan teman masa kecilku. Pertama kalinya itu aku hanya merasakan rasa hangat seorang sahabat tetapi semakin lama aku merasakan aku ingin menjadi seseorang yang lebih dari sekedar sahabat bagi dirinya. Semenjak pertamakali aku merasakan perasaan ini aku mencari sebenarnya apa yang kurasakan, aku pernah mendengar ini dari film “ rasa perasaan tertarik terhadap lawan jenis itu dimiliki oleh semua manusia , tetapi tetapi rasa untuk mengungkapkan perasaan itu kepada lawan jenis hanya di miliki bebera orang yang menginginkan perubahan itu lah yang namanya Cinta “.
Sudah 2 tahun semenjak aku merasakan perasaan itu, dan sekarang aku mengumpulkan semua keberanianku untuk menulis sebuah surat cinta dan surat ini akan ku masukan kedalam loker sepatu teman masa kecilku Aiko Himeragi. Keesokan harinya aku datang ke sekolah pagi-pagi buta agar aku dapat memasukan surat ini ke dalam loker sepatu Aiko sebelum semua murid datang.
“ sekarang aku sudah sampai sampai sekolah, tapi kenapa ini masih seperti malam “ aku berbicara sendiri.
Lalu aku melihat jam tanganku dan berapa terkejutnya aku.
            “ MASIH JAM 3 PAGI !!! “ aku teriak keras sekali
Aku merasa sangat bodoh datang sepagi ini, lalu aku mengingat kemarin malam.
[ Flash Back ]
Pukul 07:00  P.M
Aku sedang duduk di meja belajarku dengan sebuah pena di tangan kananku dan beberapa lembar kertas di depanku.
“ baiklah sekarang aku akan membuat sebuah surat cinta kepada Aiko, dan aku akan membuatnya terkesima dengan isi suratku ini “ dengan sangat percaya diri aku mengatakan hal tersebut sambil memegang rambutku di antara sela sela jari tangan kiriku dan menunjuk penaku kearah dinding.
Lalu aku melihat kearah kanan dan melihat diriku di cermin. Aku terdiam beberapa detik dan aku menyadari satu hal, betapa menjijikkannya aku berpose seperti itu. Tanpa sepatah katapun aku kembali ke posisi semula menghadap kertas yang ada di depanku.
“ jadi sekarang surat apa yang harus aku tulis… “ sambil menggaruk kepala aku melihat kertas di depanku
“ Emmm….. “ aku berpikir dengan keras sambil mearuh pena di atas bibirku.
Pukul 09.00 P.M
[ BRAKKK ]
“ TIDAK MUNGKIN SURAT INI BISA TERISI JIKA AKU TERUS BERPIKIR !!! “ aku memukul meja dengan kerasnya.
Lalu aku kembali ke posisi semula
“ Baiklah… Aku akan menulis apapun yang keluar dari otakku, dan akan kupilih mana yang paling bagus “ dengan semangat yang membara aku mengatakannya.
Dari Andy kepada Aiko
            Pada suatu hari aku datang dari sebuah negri besar, tiada yang ku kenal di kota yang asing ini. Saat aku berkeliling tiba-tiba aku menabrak dirimu yang sedang bermain sendiri. Saat kamu terjatuh kamu mulai menagis aku berusaha meneangkanmu dengan Bahasa yang tidak pernah kamu dengar sebelumnya….
[SREKKK]
Aku merobek kertasku
“ INI BUKAN CERITA !!! JIKA BEGINI INI TIDAK AKAN MENJADI SURAT MELAINKAN BUKU !!! “ aku marah kepada diriku sendiri
Dari Andy kepada Aiko
            Mawar itu merah langit itu biru…
[KREKKK]
Aku meremuk kertasku dengan kuat
            “ AKU BUKAN PENYAIR !!! “  Aku menatap keras tulisan jelek itu
Dari Andy kepada Aiko
            I LOVE YOU !
[DARRR]
Aku meninju kertasku dengan sangat kuat
“ TERLALU LANGSUNG KE INTINYA !!! “ aku teriak sampai nafasku terengah-engah
Dari Andy kepada Aiko
            Namaku I masalahku LOVE dan solusinya YOU
 [JERBB]
Aku menusuk surat itu dengan penaku
“ TIDAK ADA BEDANYA DENGAN YANG SEBELUMNYA !!! ” aku berteriak sambil mengepal kedua tanganku.
 Dari Andy kepada Aiko
            Aku tau kamu naksir aku…
[DUARRRRRR]
Aku menghantam kertasnya dengan bangkuku
“ PEDE BANGET LO !!! “ Dengan nafas yang sangat berat aku berteriak dengan sekuat tenaga.
Pukul 11.00 P.M
Aku hanya tergelatak di lantai seperti orang yang terkena tabrak lari bersama dengan kertas-kertas yang penuh dengan dengan tulisan-tulisan tidak berguna.
“ Kenapa…? kenapa…? Kenapa semua yang ada dikepalaku semuanya tidak ada yang beres !? “  aku berlutut sambil melihat tumpukan kertas itu.
Lalu aku berbaring sebentar di kasurku dan memikirkan bagaimana aku harus menulis surat cinta ini.
“ Bagaimana ini aku sangat tertarik dengan Aiko, tetapi bagaimana cara mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya di selembar kertas ini “ aku berkata dalam hati sambil melihat tangan kananku.
“ Andai saja aku mempunya ide “ aku menghela nafas
Tiba-tiba aku mendapat sebuah ide, bergegas aku kembali ke mejaku dan membuka laptopku.
“ Ide… Ide bisa dengan mudah ku cari di internet, semua ide dari seluruh dunia bisa dengan mudah ku dapatkan di internet “ merasa dapat pencerahan dengan semangat aku mencari sebuah ide yang dapat membantuku di internet.
Pukul 12.00 P.M
Satu jam aku mencari di internet tidak menemukan sebuah ide untuk menulis surat ini. Aku menaruh daguku ke meja dan tetap melihat ke layar laptop, masih berharap akan ada sebuah jawaban di sana. Tidak lama kemudian melihat kumpulan kata bijak dan itu berasal dari film yang pernah memberi tauku apa itu cinta. Di sana terdapat sebuah tulisan yang membuatku berpikir berkali-kali.
“  Sebuah perasaan sejati tidak akan bisa tersampaikan melalui sebuah perantara… “ itu adalah sebuah kutipan dari film yang itu.
“ Jika begini perasaanku tidak akan tersampaikan kepada Aiko… “ dengan pandangan yang sangat focus aku melihat kearah monitor.
Setelah itu aku bersandar ke kursiku menghadap ke atas sambil tersenyum
            “ Perasaan sejati ya… “
[BACK TO PRESENT]
            Dengan perasaan yang tidak menentu aku berdiri di depan loker sepatu Aiko.
“ Berjuanglah Andy kamu adalah seorang laki-laki “ aku menyemangati diriku dalam hati.
“ Ayo… Andy yang perlu kamu lakukan hanyalah memasukan surat ini ke dalam loker sepatunya “ dengan badan yang gemetar aku terus menyemangati diriku sendiri dalam hati.
Beberapa kali aku terus menyemangati diriku sendiri tetapi badanku tidak bergerak sama sekali.
“ Ayo… Andy… kamu hanya perlu membuka kotak sepatunya dan menaruh suratnya kedalam sana “ dengan tangaan kanan yang bergetar aku berusaha membuka kotak sepatunya.
Tiba-tidba tangan kiriku menggenggam tangan kananku dengan kuat tanpa tau sebabnya.
“ ada apa ini tangan kiri !?, jangan menghalangiku memasukan surat ini kedalam kotak sepatu Aiko… “ aku merasa agak panik
Tangan kiriku bergerak dengan sendirinya aku sampai kebingungan karenanya.
            “ ada apa ini… !? “ aku mulai sangat panik
Karena terlalu lama aku tidak sadar bahwa matahari sudah terbit, dari kejauhan aku mendengar segerombolan anak-anak menuju ke sini.
            “Hah… sudah jam segini “ aku langsung panik sambil melihat kearah luar.
Dalam hitungan detik adrenalinku naik dengan drastis jantungku berdetak lebih cepat dari pada olahraga berat, seluruh badanku menjadi ringan, kedua tangan dan kakiku bergerak sesuai instingku. Waktu terasa sangat lambat dalam waktu kurang dari 0,5 detik surat itu sudah masuk ke dalam loker sepatu Aiko dan aku sudah tidak berada di area loker sepatu.
“ Hah… apa-apan itu tadi ? jangan-jangan tanga kiriku tidak bergerak karena kemarin lusa aku menonton film horror tentang tangan kiri yang kerasukan setan, karena panik tanganku bergerak sendiri seperti kerasukan… payah sekali diriku ini… “ sambil menglah nafas aku melihat tangan kiriku.
Saat aku di kelas aku duduk di bangkuku dan melihat kearah luar jendela yang mengarah ke Timur di mana matahari perlahan sedang terbit.
Sorenya sehabis pulang sekolah aku menunggu Aiko di belakang gedung olahraga di mana tempat yang ku janjikan untuk kami bertemu. Aku menyandarkan punggungku ke tembok dan melihat ke bawah
“ mungkin lebih baik begini… dari pada menyatakannya lewat selembar surat aku harus mengatakannya langsung perasaanku ini kepada Aiko, jika tidak begini aku tidak pantas menyebut ini sebagai perasaan sejati…“ perlahan aku memasang senyuman kecil di wajahku.
10 menit kemudian Aiko datang menghampiriku
“ Andy… apa kamu sudah lama menunggu ? “ dengan senyuman kecil yang manis Aiko memanggilku.
Dengan sapaan yang santai tetapi itu membuat perasaan hangat di dalam diriku. Aiko Himeragi gadis yang memiliki Rambut hitam panjang yang terurai hingga ke pinggangnya, bola mata berwarna hitam yang begitu bercahaya  dan kulitnya seputih salju. Terlebih dari itu dia satu-satunya yang ingin berteman dengan diriku sejak pertama aku datang ke negara ini, kebanyakan anak-anak takut dengan diriku karena aku terlihat sangat berbeda dari anak lain dan mereka tidak mengerti bahasa yang kugunakan saat pertama kali aku ke sini. Tetapi Aiko berbeda meskipun aku di anggap aneh dan tidak mengerti Bahasa yang ku gunakan dia tetap tersenyum dan mencoba terus bermain denganku. Bahkan hingga sekarang orang-orang masih merasa agak aneh dengan diriku dan juga hanya Aiko yang benar-benar peduli diriku.
            “ Ah… tidak ak…” belum selesai aku berkata-kata
            “ A… I… KO… !!! “ dari kejauhan suara anak perempuan memanggil
nama Aiko.
“ Fuyuki… dan…, apa yang kalian lakukan di sini ? “ dengan wajah bingung Aiko bertanya kepada temannya.
“ Kami mengikutimu Aiko, ada yang bilang kamu jalan sendirian ke belakang sini karena aku khawatir kamu kenapa-napa jadi aku mengajak teman-teman yang lain untuk berjaga-jaga “ gadis bernama Fuyuki itu menjawab sambil tersenyum lebar.
Asagao Fuyuki seorang gadis berambut hitam pendek yang terurai kurang dari pundak memakai jepit rambut yang berbentuk bel di kedua sisi rambutnya dengan mata hitam. Meskipun mereka seumuran tetapi dia terlihat seperti adiknya Aiko yang manja.
“ Aiko siapa dia ? “ Dengan jari telunjuk yang di letakan di bagian bibir bawahnya Fuyuki bertanya
Lalu dia tidak sengaja menatap mataku yang tidak memakai kacamata
“ Ah…!? “ Fuyuki terkejut
Setelah dia menatap mataku aku langsung menutup mata kanan dengan  tanganku lalu memakai kacamatku sebelum orang lain melihatnya. Fuyuki adalah orang kedua yang melihat mataku di sekolah ini. sebelumnya tidak ada yang mempedulikan diriku memakai kacamata biru ini karena aku pernah bilang aku terkena penyakit mata.
Lalu jumlah orang yang datang bertambah banyak dan berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki.
“ Andy maafkan aku sepertinya ada banyak orang yang datang… “ Aiko membungkukan badanya demi meminta maaf kepadaku
“ Aa… A… Ai… “ tiba-tiba aku mulai merasa takut.
Badanku mulai gemetar karena mulai ketakutan dan aku hanya melihat ke bawah tidak berani melihat wajah Aiko secara langsung. Tiba-tiba anak-anak yang berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki mulai berbisik-bisik dan tertawa sangat jelas mereka sedang mengira-ngira apa yang ingin aku lakaukan.
“ Ai… ko… se-se-sebenarnya ak-ak… “ aku beusaha keras sekali ingin mengatakannya.
Aku bahkan belum neyelesaikan perkataanku salah satu anak yang berdiri di belakang Aiko dan Fuyuki mulai berkata
“ Hei ! anak setan ! sebelum kamu mengatakannya lebih baik kamu berkaca dulu sana !, Aiko ketakutan melihat wajahmu itu ! “ anak itu dengan keras mengatakan hal itu kearahku.
Wajar anak-anak mengtakan hal itu terhadapku dari warna rambutku yang aneh dan aku yang selalu murung membawa hawa tidak nyaman kepada mereka, membuat mereka memanggilku “ Anak Setan “.
“ Teman-teman… tidak baik menghina orang lain… “ Aiko merasa agak marah dengan perkataan anak itu
“ Hei… teman-teman sebaiknya kalian tutup mulut busuk kalian, kalian berani sekali membuat marak Aiko dan mengganggu pembicaraan mereka berdua, jika kalian tidak menutup mulut kalian sekarang juga maka aku yang akan melakukannya !!! “ Fuyuki dengan tatapan tajam menatap ke arah teman-temannya seakan ingin menghajar mereka semua.
“maaf ya... mereka menggangu sekali... silahkan lanjutkan yang ingin kamu katakan ke Aiko” tiba-iba nada bicara Fuyuki berubah drastis dengan gaya manis seorang gadis manja dia meminta maaf.
Seakan-akan dia memiliki dua kepribadian.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar